alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Trisno Tenanan, malah Dinggo Dolanan

08 April 2021, 10: 02: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

Trisno Tenanan, malah Dinggo Dolanan

MEMANG sudah nasib Kaspo (bukan nama sebenarnya) harus dipermainkan cintanya. Sudah berkorban, namun tak dihargai perjuangannya.

Cerita ambyar ini bermula dari sebuah tongkrongan. Kaspo dikenal sebagai manusia bucin (budak cinta). Sedikit-sedikit galau. Atau diberi senyum wanita langsung terbawa perasaan (baper).

Gelagat itu dianggap kocak oleh teman-temannya. Hingga ia berkenalan dengan si Jumi. Perempuan yang parasnya bisa dibilang melek. Lambut lurus, kulit putih mulus. Teman-teman Kaspo mulai mengompori agar Kaspo mendekati Jumi.

Baca juga: Fraksi PPP-PKB Usulkan Perda Pesantren

Awalnya si Kaspo memang minder. Namun, karena bimbingan teman, nyalinya mulai terkumpul. Di sisi lain Jumi juga berniat iseng. Dia pura-pura merespon pendekatan Kaspo.

Ya, otomatis si Kaspo auto baper. Hingga ia berani mengajak jalan si Jumi. Namun, mendapat pengalaman yang tak mengenakkan. Karena modalnya yang pas-pasan. Jumi tak merespons. Dan kejadian itu menjadi bahan gojlokan teman-teman.

Namun, ternyata itu tak mempan bagi Kaspo. Ia masih tak merasa bahwa dia cuma dipermainkan. Kaspo tetap gencar sepik-sepik si Jumi. ”Sudah terlanjur cinta,” katanya.

Bahkan ia memberikan kado saat ulang tahun Jumi. Dan, kado itu cuma terbuang sia-sia. Sebab Jumi ogah menerimanya. Malah dibuat mainan dengan teman-temannya.

Kaspo masih tetap semangat mencari cinta. Malam itu ia menyatakan perasaannya kepada Jumi. Sudah jelas. Cintanya di tolak. Dan, mulailah menjadi bahan tertawaan. Ia pun mulai sadar. Bahwa perasaannya sudah dipermainkan. Ambyar. Semenjak itu ia mulai menepi. Sudah jarang nongol di tongkrongan.

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya