alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Cegah Radikalisme, Bupati Pati Minta Perbanyak Dialog

08 April 2021, 09: 05: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

FOTO BARENG: Berbagai tokoh agama membahas isu radikalisme bersama Pemkab Pati di Hotel Safin, Selasa (6/4).

FOTO BARENG: Berbagai tokoh agama membahas isu radikalisme bersama Pemkab Pati di Hotel Safin, Selasa (6/4). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menggelar dialog lintas agama di Hotel Safin kemarin. Acara itu, membahas paham radikalisme yang mengatasnamakan agama. Oleh sebab itu, berbagai perwakilan tokoh agama dihadirkan untuk membahas permasalahan ini.

Acara itu, dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah. Selain itu, kisaran 60 peserta yang menghadiri acara itu. Peserta tersebut terdiri dari unsur Forkopimda Pati, FKUB Jateng dan Pati, pimpinan unit kerja dan penyuluh Kementrian Agama (Kemenag) Pati, dan tokoh serta pimpinan ormas keagamaan.

Bupati Pati Haryanto menyampaikan, bagi orang yang ekstrem kebanyakan pemikirannya liberal. Selain itu, mereka sering kali berpandangan pemerintah selalu tidak benar. Oleh karena itu, dialog dikemas semua di lintas agama untuk berdiskusi. Ini paling tidak bisa meredam terjadinya hal seperti itu terhadap kaum/ umat masing-masing agama.

Baca juga: Pencairan Gaji Pegawai Kontrak di Blora Molor, Mengapa Bisa Demikian?

”Kalau di Pati sudah selalu disinyalir. Kalau ada indikasi kecil langsung ditanggapi agar tidak berkembang,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, kasus yang di Makasar ini mungkin saja pandangan pelaku benar. Karena mereka terkena doktrin. Sedangkan dikalangan umum itu tidak baik. Dengan adanya ini, jalan tengah harus diambil. Karena memang ini tujuannya. Salah satunya dengan mencari jalan tengah di lintas agama.

”Kalau aliran-aliran keras itu harus dibimbing. Harus menyeluruh. Harus semuanya, kalau hanya didaerah percuma. Kemenag ini harus merekomendasikan ke pusat. Tokoh-tokoh agama juga harus berupaya. Menyampaikan edukasi yang baik pada saat acara ibadahnya,” lanjutnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0718/Pati Letkol CZi Adi Ilham Zamani menambahkan, pada masa sekarang masyarakat hidup di dua dunia, di dunia nyata dan dunia maya. Terlebih di masa pendemi Corona virus Disease atau Covid-19 ini membuat masyarakat lebih aktif di dunia maya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya