alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Dua Sekolah di Kudus Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

06 April 2021, 11: 39: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

PROKES KETAT: Siswa SMAN 1 Bae, Kudus, melaksanakan PTM perdana kemarin.

PROKES KETAT: Siswa SMAN 1 Bae, Kudus, melaksanakan PTM perdana kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Dua sekolah tingkat atas di Kabupaten Kudus menggelar simulasi PTM. Mereka, SMA 1 Bae dan SMK Wisudha Karya. Pembelajaran dimulai pukul 07.30.

Seperti SMA 1 Bae. Para siswa di sekolah itu masuk gerbang menuju parkiran. Kemudian di depan ada dua guru yang bertugas cek suhu menggunakan thermogun dan memberikan handsanitizer. Sebelumnya cuci tangan lebih dulu dan siswa dari rumah sudah mengenakan masker.

Setelah melalui proses cek prokes, siswa memasuki ruang kelas yang sudah diberi jarak dan bangkunya diberi nama siswa.

Baca juga: Jelang Pilkades, Bupati dan Wabup Pati Sidak Empat Desa

Kepala SMA 1 Bae Kudus Supriyono mengatakan siswa tidak bisa berpindah-pindah tempat karena duduknya sesuai nama. ”Jumlah siswa sebanyak 110 siswa keseluruhan siswa kelas X. Pertimbangannya, sejak diterima tahun ajaran lalu, belum tahu lingkungan sekolah dan teman-temannya. Langsung daring,” ungkapnya.

Siswa juga dibagikan face shield dari sekolah. Dan per kelas diisi 10 siswa dan ada 11 ruang yang dipakai simulasi PTM. Supriyono mengatakan, jumlah siswa secara keseluruhan 396 siswa.

”Sebelumnya kami pilih siswa dengan memperhitungkan rumah dekat sekolah, akses transportasi mudah, dari zona hijau dan kuning serta mendapatkan izin dari orang tua,” kata Supriyono.

Sementara, yang diajarkan 2-4 mapel. Durasi waktu pembelajaran selama simulasi dua jam tanpa istirahat. Masing-masing kelas ada yang per mapel durasinya satu jam tetapi ada pula yang per mapel 30 menit. Tergantung dari jurusan mereka.

Sebelum pembelajaran dimulai, ruangan disemprot desinfektan. Begitu pula setelah selesai pembelajaran. Sampai sejauh ini mereka tidak ada yang absen, dan terlihat mereka sangat senang bisa masuk sekolah tatap muka dalam simulasi ini.

Supriyono berharap simulasi ini berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera dimulai. Tentunya dengan protokol yang ketat. Selain SMA 1 Bae, sekolah lain seperti SMK Wisuda Karya.

Kepala SMK Wisudha Karya Fahrudin menjelaskan siswa yang mengikuti simulasi PTM sebanyak 120 siswa. Memprioritaskan praktik dan siswa yang ikut simulasi kelas X. Satu kelasnya diisi 18 siswa.

”Hari pertama simulasi PTM berjalan lancar. Siswa pun tertib, mengenakan protokol kesehatan (prokes) lengkap. Pakai sarung tangan juga, karena lebih banyak memegang alat,” tandasnya.

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP