alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

UMKM Jateng Naik Kelas, Isi Stand di Jaringan Hotel Accor

Serap Produk UKM Jateng Rp 1,5 Miliar

06 April 2021, 10: 39: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

HOTEL SERAP PRODUK UMKM: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai menyaksikan penandatangananan komitmen UMKM Network and Business Fair, di Hotel Novotel Semarang, Senin (5/4).

HOTEL SERAP PRODUK UMKM: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai menyaksikan penandatangananan komitmen UMKM Network and Business Fair, di Hotel Novotel Semarang, Senin (5/4). (RADAR SEMARANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SEMARANG - Jaringan hotel internasional Accor berkomitmen menyerap produk usaha kecil menengah (UKM) Jawa Tengah senilai Rp 1,5 miliar. Upaya ini merupakan ikhtiar untuk memulihkan kembali perekonomian UKM di tengah Pandemi Covid-19 yang belum tuntas.

Penandatangananan komitmen UMKM Network and Business Fair yang disaksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Hotel Novotel Semarang Senin (5/4). Hadir pula Kasubdit Pemasaran Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Normansyah, dan Senior Vice President Operations and Government Relations of Accor Group for Indonesia and Malaysia Adi Satria.

Gubernur Ganjar mengapresiasi langkah Accor Group untuk menyerap produk UKM Jateng. Menurutnya, hal itu merupakan langkah nyata untuk kembali menggeliatkan perekonomian rakyat.

Baca juga: Baca Novel setelah Ujian

PASARKAN PRODUK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyaksikan produk UMKM Jawa Tengah di Hotel Novotel Semarang kemarin.

PASARKAN PRODUK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyaksikan produk UMKM Jawa Tengah di Hotel Novotel Semarang kemarin. (RADAR SEMARANG FOR RADAR KUDUS)

”Ini tindak lanjut, bukan yang pertama. Ini kisah serial berikutnya. Saya berterima kasih dengan Accor Group, tidak hanya di Semarang tetapi juga di Solo dan Surabaya. Kita mencoba kerja sama, jadi kita gandeng produk UMKM, terus kemudian kita taruh di hotel. Setidaknya di hotel ini kopi sudah ada stand-nya, ada pojok untuk UMKM dan mini bar juga sehingga orang bisa langsung mencicipi produk lokal kita,” kata Ganjar usai acara.

Ganjar menjelaskan kerja sama ini merupakan bentuk pertemuan hotel atau pengusaha yang menjadi off taker produk-produk UMKM. Menaikkan kelas UMKM dengan cara tersebut merupakan mimpi yang tifak terlalu tinggi tetapi konkret.

”Maka ini cara yang paling pas. Mimpi tidak usah gede-gede tapi konkret. Jadi sekarang kalau masuk hotel, welcome drink-nya dari masyarakat, kuenya langsung dari UMKM. Kalau itu bisa ketemu maka akan menggelinding dengan cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan ketika pertemuan tersebut sudah terjalin maka yang perlu menjadi perhatian adalah menjaga dan meningkatkan kualitas produk UMKM. Artinya produk-produk UMKM yang bisa masuk ke hotel tersebut telah melewati seleksi kualitas. Termasuk pendukungnya seperti cerita, narasi, atau story telling dari produk tersebut. ”Biar lulus harus berkualitas. Kalau memang tidak bisa maka kami ajari, pemerintah turun tangan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan," katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Ema Rahmawati mengatakan ada 43 UKM yang produknya akan diserap oleh jaringan Accor Group. ”Total dealing untuk empat hotel bagi UKM Jateng bernilai Rp 1.561.506.500, Insyaallah jangka waktu kerja sama dua tahun, mudah-mudahan akan diperpanjang. Itu belum termasuk kerja sama Grand Mercure Surabaya City dengan Bengok Craft,” ujarnya.

Menurutnya, ada empat hotel jaringan Accor yang telah berkomitmen menyerap produk UKM Jateng. Adapun produk-produk yang diserap di antaranya perlengkapan kamar tidur, furniture, hingga makanan kecil.

Ema mencontohkan lagi, produk Wingko "O" yang berinovasi dengan membuat kemasan ukuran kecil atau produk "wedhang uwuh" yang juga harus menyediakan kemasan ukuran kecil agar bisa masuk di mini bar hotel.

Selain itu, lanjut Ema, setiap akhir pekan di hotel-hotel Accor Group yang telah bekerja sama dengan UMKM juga akan ada pameran gratis untuk UMKM. Begitu juga dengan penyediaan coffee corner di hotel-hotel tersebut. ”Untuk kopi ini jaringan Accor Group akan menggunakan kopi lokal Jawa Tengah,” katanya.

Terkait kontrol kualitas, pihaknya berkomitmen melakukan pelatihan dan standarisasi. Hal itu dilakukan, agar produk UKM Jateng dapat menembus jaringan hotel internasional. ”Jadi misalnya bawang merah goreng yang kurang kuning warnanya, belum sesuai standar. Maka kita perbaiki. Kurasi jadi satu kunci,” paparnya.

Senior Vice President Operations and Government Relations of Accor Group for Indonesia and Malaysia Adi Satria menyampaikan langkah ini merupakan upaya nyata ikut membantu pemulihan ekonomi nasional.

”Kami antusias untuk terlibat secara aktif mulai dari proses kurasi produk UMKM, kemudian mempromosikan dan memanfaatkan produk-produk tersebut di manapun hotel-hotel Accor berada, di berbagai destinasi di Indonesia,” ucapnya.

Adi menambahkan, selain itu dukungan kepada UMKM diberikan oleh hotel-hotel Accor di Indonesia melalui sebuah program bernama “Rediscover Indonesia”. Program tersebut dihadirkan di lebih dari 130 hotel-hotel Accor pada 30 destinasi di Indonesia.

Menurutnya, program itu menawarkan pengalaman menginap sambil menjelajahi seni dan budaya unik di Indonesia serta menikmati pengalaman lokal ikonik dengan produk dari para pelaku UMKM yang telah dikurasi. Rediscover Indonesia memungkinkan para tamu untuk menghargai dan mencintai alam, budaya, dan adat istiadat melalui empat pilar, yakni kuliner, seni dan budaya, kesegaran dan kesehatan, serta destinasi.

Terpisah, CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons menyampaikan rasa bangga dan terhormat, karena dapat melanjutkan komitmen grup untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia. Melalui upaya itu diharapkan, dapat mengembangkan pelaku UMKM, serta turut menyukseskan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. (kom/ida)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya