alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Kelurahan Kerjasan Kudus bakal Jadi Yerusalem van Java

Ada Rumah Joglo dan Masjid Tertua

06 April 2021, 09: 51: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

POTENSI BARU: Kantor Kelurahan Kerjasan rencananya akan dijadikan destinasi wisata heritage.

POTENSI BARU: Kantor Kelurahan Kerjasan rencananya akan dijadikan destinasi wisata heritage. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota, menyimpan berbagai potensi wisata yang  digadang-gadang sebagai wisata Yerusalem van Java. Sebab di sana ada rumah joglo dan masjid tertua.

Lurah Kerjasan Rio Deny Widodo mengatakan, sedikitnya ada empat rumah joglo di wilayahnya. Salah satunya rumah joglo yang difungsikan sebagai kantor kelurahan. Rumah joglo di sana umurnya sekitar lebih 100 tahun.

Baca juga: Fakultas Ushuluddin IAIN Kudus Latih Keahlian Menulis

Rio mengatakan, pihaknya pernah didatangi tim untuk mendata rumah joglo yang difungsikan sebagai kantor kelurahan. Rumah joglo ini, diharapkan bisa menjadi bagian dari heritage of Java.

“Ada empat rumah. Umurnya kira-kira 100 tahunan. Joglo yang sebagai kantor keluarahan ini, infonya ada bangunan lainnya,” terangnya.

Di samping itu, potensi lain juga tergali di wilayahnya. Salah satunya keberadaan Masjid Madureksan. Lokasinya berada di tanam parkir Menara Kudus. Diyakini warga umurnya lebih tua dari Masjid Menara Kudus. 

“Menurut kepercayaan masjid ini lebih tua umurnnya. Ada juga Masjid Kenepan, dulu katanya Sunan Kudus berkhalwat di sana,” ungkapnya.

Kini, pihaknya mulai berbenah untuk memajukan potensi di wilayahnya itu. Salah satunya membentuk Kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Adanya Pokdarwis ini akan memaksimalkan pengurusan wisata tersebut.

Selain membentuk Pokdarwis pihaknya akan merangkul pemuda dan masyarakat sekitar dalam mengembangkan wisata. Pengembangan ini dilakukan untuk ada nilai dan daya tarik lain di lokasi itu. Salah satunya adalah Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sana.

“Di sini juga terkenal dengan usaha bordirnya, maka perlu dilibatkan pula. Juga pemuda yang aktif membuat kerajinan dari bambu,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan mengajukan wilayahnya sebagai wisata heritage mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Di samping itu, juga memperkenalkan keluarahan Kerjasan hingga ke luar sana.

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP