alexametrics
Sabtu, 10 Apr 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Fakultas Ushuluddin IAIN Kudus Latih Keahlian Menulis

06 April 2021, 09: 35: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

KOMPAK: Wakil Dekan I Bidang Akademik Kemahasiswaan Shofaussamawati, S.Ag, M.S.I, Kaprodi Ilmu Alquran dan Tafsir Abdul Karim, S.S, MA., dan Kaprodi TP Salmah Fa'atin, M.Ag., dan Pemred Radar Kudus Zainal Abidin bersama para mahasiswa Fakultas Ushuluddin.

KOMPAK: Wakil Dekan I Bidang Akademik Kemahasiswaan Shofaussamawati, S.Ag, M.S.I, Kaprodi Ilmu Alquran dan Tafsir Abdul Karim, S.S, MA., dan Kaprodi TP Salmah Fa'atin, M.Ag., dan Pemred Radar Kudus Zainal Abidin bersama para mahasiswa Fakultas Ushuluddin. (IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Fakultas Ushuluddin IAIN Kudus menyelenggarakan pelatihan jurnalistik di lantai 4 gedung perpustakaan kampus itu kemarin. Karena kondisi pandemi acara dilaksanakan campuran. Yakni daring dan luring.

Acara luring dihadiri 50 mahasiswa dan beberapa dosen di fakultas itu. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sementara luring diikuti seluruh mahasiswa di Fakultas Ushuluddin.  

Hadir dalam pelatihan itu Wakil Dekan I Bidang Akademik Kemahasiswaan Shofaussamawati, S.Ag, M.S.I, Kaprodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IQT) Abdul Karim, S.S, MA, dan Kaprodi TP Salmah Fa'atin, M.Ag.

Baca juga: Antisipasi Penolakan, Bupati Instruksikan Pengembang Sosialisasi

Wakil Dekan I Bidang Akademik Kemahasiswaan Shofaussamawati, S.Ag, M.S.I dalam sambutannya menjelaskan pelatihan jurnalistik ini diharapkan menjadi bekal mahasiswa agar bisa menulis di media massa. Baik online maupun cetak.

“Kami berharap dengan pelatihan ini mahasiswa memiliki soft skill. Utamanya menulis,” jelasnya.

Shofaussamawati mengungkapkan selain keahlian jurnalistik ada beberapa pelatihan kewirausahaan. “Jadi selain ijazah, juga ada sertifikat keahlian,” tegasnya.

Mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin yaitu IQT, AFI (Aqidah dan Filsafat Islam), TP (Tasawuf Psikoterapi), dan IH (ilmu hadis) dalam mengikuti acara itu sangat antusias. Beberapa pertanyaan muncul. Salah satunya terkait dengan kode etik jurnalistik dan perbedaan jenis tulisan di media online maupun cetak.

Narasumber acara itu Pemred Radar Kudus Zainal Abidin menjelaskan ketika mahasiswa ingin tulisannya diterbitkan di media maka harus paham karakter media yang akan dituju. Minimal sepekan sebelum menulis di media yang dituju, harus membaca karakter tulisannya. “Jadi tidak sembarangan menulis lalu dikirim. Pahami dulu karakternya,” tegasnya. Selain itu salah satu syarat wajib bisa menulis yaitu membaca. 

(ks/zen/mal/top/JPR)

 TOP