alexametrics
Sabtu, 10 Apr 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Sekolah di Rembang Mengaku Tak Ada Kendala Ikuti PTM

05 April 2021, 16: 11: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

PATUHI PROTKES: Anak-anak SMPN 1 Kragan mematuhi protkes pencegahan Covid-19 saat hendak masuk di sekolahnya.

PATUHI PROTKES: Anak-anak SMPN 1 Kragan mematuhi protkes pencegahan Covid-19 saat hendak masuk di sekolahnya. (RADAR KUDUS FOTO)

Share this      

REMBANG – Sejumlah sekolah di Rembang mengaku tak ada kendala mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Salah satunya di SMPN Kragan uji coba akan diikuti 96 anak didik.

Kepala Sekolah SMPN  Kragan, Dahlan Slamet menyebutkan uji coba PTM digelar selama 11 hari ke depan atau dimulai tanggal 5 April sampai 16 Maret. Ia mengaku sebelumnya sekolah telah dikunjungi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga untuk melakukan pengecekan.

”Alhamdulilah kami sudah siap. Baik infrastruktur maupun warga sekolah. Semuanya sudah kita persiapkan sebaik-baiknya termasuk sosialisasi orang tua,” ungkapnya, kemarin (4/4).

Baca juga: Rekrut Tenaga Keamanan, Pelabuhan Rembang bakal Diperketat

Tak hanya itu, Dahlan mengaku PTM telah mengantongi restu dari orang secara tertulis. "Secara administrasi sudah dipersiapkan pihak sekolah. Kalau tidak ada halangan Senin (5/4) tahap PTM pertama akan dimulai dari uji coba yang ditentukan Provinsi," ujarnya.

Terkait jumlah siswa yang masuk 96 siswa. Mereka berasal dari kelas VII ada 48 siswa dan siswi, serta separonya kelas VIII. Masing-masing kelas terdiri dari 16 siswa. Kemudian yang mengikuti uji coba PTM ada 6 kelas.

”Setelah kita evaluasi tahap pertama jika pelaksanaaan baik, Insya allah kita kembangkan dan tambah kelasnya,” bebernya.

Lalu rambu-rambu apa yang sebenarnya perlu diperhatikan PTM. Untuk mensukseskan yang jelas protkes. Sifatnya membiasakan siswa menghadapi pandemi. Jadi membiasakan terkait dengan kondisi new normal untuk mengikuti dalam dunia pendidikan.

Soal kendala yang dihadapi. Hingga saat ini untuk di SMPN  Kragan belum ada permasalahan yang terjadi. Karena dengan evaluasi ketika melaksanakan uji coba dari 5 Oktober 2020 sudah berjalan baik.

”Jelasnya 4 jam pelajaran, tiap mapel 30 menit. Mapelnya biasa. Jelasnya kita gunakan memperjelas materi-materi ketika anak tersebut menerima daring kesulitan,” jelasnya.

Menurutnya pertemuan PTM digunakan memperjelas materi-materi yang sekiranya anak didik belum jelas menerima secara daring. Contoh kecil pemahaman konsep tentang sebuah materi. Mereka kesulitan menerima, sehingga ketika diberi daring anak masih belum mampu menerima.

"Ketika ada uji coba PTM akan diperjelas pemahaman konsep tersebut. Sehingga mereka akan lebih jelas apa yang disampaikan," katanya.

Sebelumnya sejumlah guru di SMPN 1 Kragan telah menjalani suntik vaksinasi. Totalnya ada 63 tenaga pendidik yang mendapatkan prioritas.  Hal ini menyusul rencana sekolahnya ditunjuk uji coba PTM yang diamanahkan dari Provinsi.

Masih menurut Dahlan, persiapan selanjutnya terkait infrastruktur. Jelasnya terkait protkes dalam penerapan PTM. Mulai UKS dan sarpras untuk melaksanakan 4 M. Kini sudah dicukupi. Yakni Thermogun, cuci tangan hand sanitizer, masker dan desinfektan.

Untuk menyelenggarakan pembelajaran, SMPN 1 Kragan menggunakan kurikulum masa pandemi. Tekniknya dengan pelaksanaan sif 1-2. Waktunya diatur mulai pukul 07.15 sampai 09.15. Selang berikutnya menuju sif kedua. Adapun siswa satu kelasnya maksimal 16 siswa.

Sesuai petunjuk yang disampaikan selama sepekan dibagi tiap kelas. Untuk senin- selasa kelas VI, Rabu-Kamis kelas VIII dan Jumat serta Sabtu kelas IX. Sehingga dibagi dua hari-hari dengan jenjang berbeda. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya