alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka Perdana di Rembang Cukup Dua Jam

05 April 2021, 16: 05: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

PATUHI PROKES: Anak-anak SMPN 1 Kragan mematuhi prokes pencegahan Covid-19 saat hendak masuk di sekolahnya.

PATUHI PROKES: Anak-anak SMPN 1 Kragan mematuhi prokes pencegahan Covid-19 saat hendak masuk di sekolahnya. (RADAR KUDUS FOTO)

Share this      

REMBANG - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang dimulai hari ini. Rata-rata, para siswa bersekolah sekitar dua jam.

PTM di Rembang hari ini akan diikuti 12 SMP. Empat di antaranya sudah pernah mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka sekitar 2020 lalu. Sementara untuk Sekolah Dasar (SD) PTM diikuti 28 sekolah.

Jumlah ini mewakili masing-masing kecamatan ada dua sekolah yang ditunjuk oleh Pemkab. Untuk melaksanakan uji coba PTM.

Baca juga: Perampingan Birokrasi Tak Pengaruhi Seleksi Sekda Rembang

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang Mardi menyampaikan, teknis pembelajaran hari ini akan disesuaikan  dengan kondisi di masing-masing sekolah. Namun, pihaknya menghimbau, agar anak-anak yang mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah pembelajaran bisa sekitar dua jam. Atau tak boleh melebihi empat jam.

"Dua kali 60 menit. Ada yang 2,5 jam. Tapi tidak boleh lebih dari 4 jam," katanya.

Waktu pembelajaran tersebut nantinya bisa dibagi menjadi empat sampai lima sesi jam pelajaran. Selanjutnya, pelaksanaan hari ini akan dipantau dan dievaluasi secara berkala. "Di mana titik-titik lemahnya. Nanti dievaluasi," imbuhnya.

PTM yang dimulai hari ini, akan terus dilakukan pemantauan sampai akhir bulan April. Selanjutnya akan dilaksanakan evaluasi secara menyeluruh."Kalau hasilnya bagus, di bulan berikutnya jumlah sekolah yang akan mengikuti uji coba akan kami tambah," katanya.

Humas Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Rembang Arief Dwi Sulistya menjelaskan pemantauan PTM secara teknis akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan. Atau bisa juga didelegasikan kepada masing-masing kecamatan.

"Sehingga bisa terpantau secara kontinyu. Nanti dilakukan evaluasi," jelasnya. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP