alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Pertemuan Kiai Se-Jateng Sepakat Daerah Miliki Perda Pesantren

05 April 2021, 10: 45: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

HALAQOH: Para kiai duduk bersama di Ponpes Al Qur'an, Narukan, Kragan, kemarin (3/4).

HALAQOH: Para kiai duduk bersama di Ponpes Al Qur'an, Narukan, Kragan, kemarin (3/4). (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Para kiai perwakilan pondok pesantren di Jawa Tengah duduk bersama di ponpes Al Qur'an, Narukan, Kragan, asuhan KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha kemarin (3/4). Halaqoh tersebut membahas terkait perda pesantren. Sebagai tindak lanjut adanya undang-undang tentang pesantren. Para kiai itu sepakat agar seluruh daerah memiliki perda pesantren.

Acara kemarin dihadiri KH.Abdullah Ubab Maimoen, KH Muhammad Najih Maimoen, KH Ahmad Bahaudin Nursalim, KH Muhammad Idror Maimoen, KH A'wani, dan KH Ahfas Baidhowi.Selain itu juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI Asrul Sani, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Arwani Tomafi, Anggota Komisi 8 KH Muslih, dsn Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Wakil Ketua MPR RI Asrul Sani menyampaikan terkait dengan pelaksanaan undang-undang pesantren sebelumnya sudah diajukan rancangan undang-undang lembaga pendidikan keagamaan dan pondok pesantren. Atas dasar ajuan itu, maka masuk dalam Prolegnas 2015-2019. Pada 2017, disepakati bahwa undang-undang itu akan dibahas. Kemudian jadilah UU Pesantren pada 2019.

Baca juga: Dikeruk, Ben Banyune Lancar

MEMBERI NASIHAT: KH Muhammad Najih Maimoen menyampaikan mauidoh saat silaturahmi kiai Se-Jateng kemarin (3/4).

MEMBERI NASIHAT: KH Muhammad Najih Maimoen menyampaikan mauidoh saat silaturahmi kiai Se-Jateng kemarin (3/4). (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

”Yang perlu sekarang adalah bagaimana undang-undang itu bisa diemplementasikan. Dengan sejumlah peraturan pelaksanaan maupun perda,” katanya.

Politisi Rembang Zaimul Umam menangkap dari hasil diskusi merupakan turunan dari undang-undnag pesantren. Bahwa pertemuan kemarin menghasilkan konsensus di setiap daerah ada peraturan daerah (perda) pesantren untuk mengawal kegiatan di pesantren.

Di Rembang sendiri, pihaknya akan fokus pada Perda Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Setelah itu selanjutnya akan mengawal tentang Perda Pendidikan termasuk Perda Pesantren. Silaturahmi kemarin menurutnya,  diselenggarakan untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah di kalangan Ulama serta Pondok Pesantren se-Jawa Tengah. Zaimul Umam yang juga Ketua Pondok Pesantren Al Qur’an menilai pentingnya peran pesantren di tengah dinamika Kebangsaan saat ini. ”Termasuk juga meminta masukan kepada ulama tentang perlunya mendorong inisiatif penyusunan Perda Pesantren di masing-masing daerah," jelasnya.

Gus Umam menyampaikan, ada 35 kiai dari pondok pesantren yang tersebar di kabupaten/kota se-Jawa tengah yang mengikuti acara tersebut.Pihaknya berharap, silaturahmi ini dapat menghasilkan kesepahamam dari seluruh ulama yang hadir serta memberikan manfaat bagi perkembangan pesantren di masa mendatang.

KH Ahmad Bahaudin Nursalim mengingatkan, yang bisa menyelamatkan Indonesia adalah orang-orang yang bersyukur. Dengan syukur, lanjut Gus Baha, seseorang bisa selesai dengan dirinya sendiri. Sehingga bisa memberikan kontribusi kepada orang lain maupun negara.

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP