alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Perayaan Paskah di GITJ Pepanthan Jepara

19 Tahun Ibadah di Garasi, Kini Bisa di Gereja

04 April 2021, 19: 43: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

KHUSYU: Jamaat Paskah Kebangsaan menyimak sambutan Bupati Jepara Dian Kristiandi kemarin. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jeteng Taslim juga hadir dalam acara itu.

KHUSYU: Jamaat Paskah Kebangsaan menyimak sambutan Bupati Jepara Dian Kristiandi kemarin. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jeteng Taslim juga hadir dalam acara itu. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/ RADAR KUDUS)

Share this      

Gereja Injili Di Tanah Jawa (GITJ) Pepanthan Dermolo menggelar perayaan Paskah untuk pertama kalinya kemarin. Tema yang diusung adalah Paskah Kebangsaan. Perayaan itu kali pertama dilaksanakan di gereja itu, sebelumnya atau 19 tahun ibadah dilaksanakan di garasi di lokasi yang sama.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Radar Kudus

SUASANA Gereja Injili Di Tanah Jawa (GITJ) Pepanthan Dermolo pagi itu dijaga ketat. Penjagaan melibatkan aparat kepolisian. Sekitar sepuluh aparat keamanan menjaga area gereja. Maklum, kemarin (4/4) digelar perayaan paskah di sana.

Baca juga: Diperpanjang, Bantuan Stimulan Covid-19 di Rembang Dipangkas

KHUSYU: Jamaat Paskah Kebangsaan menyimak sambutan Bupati Jepara Dian Kristiandi kemarin. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jeteng Taslim juga hadir dalam acara itu

KHUSYU: Jamaat Paskah Kebangsaan menyimak sambutan Bupati Jepara Dian Kristiandi kemarin. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jeteng Taslim juga hadir dalam acara itu (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/ RADAR KUDUS)

Menariknya lagi, perayaan paskah tersebut pertama kali digelar di sana. Padahal gereja tersebut telah dibangun sejak tahun 2002 lalu. 19 tahun tak bisa difungsikan. Namun, sejak Januari lalu, SK Bupati Jepara terkait pemakaian GITJ Pepanthan Dermolo telah keluar. ”Puji Tuhan, sejak 7 Februari lalu, kami sudah bisa memfungsikan GITJ Pepanthan Dermolo ini dalam ibadah Minggu,” jelas Yohanes, ketua Pasamuan Pepanthan GITJ Pepanthan Dermolo.

Paskah kemarin istimewa bagi Umat Kristiani di Dermolo. Sebab itu, dalam perayaan Paskah tersebut yang diundang beragam. Tak hanya umat Kristiani. Namun turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bupati Jepara, Ketua MUI Jepara, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Jateng dan perwakilan umat lainnya. Temanya adalah Paskah Kebangsaan.

Paskah Kebangsaan tersebut memunculkan beberapa sikap. Antaranya, meski ada perbedaan, semuanya tetap harus bersaudara. Dalam Bersaudara, tak boleh dihapus hanya karena suatu kesalahan. ”Namun hapus kesalahan itu demi persaudaraan,” papar Theofilus Tumijan, Pendeta GITJ Pepanthan Dermolo.

Dalam sambutannya ia menjelaskan Paskah memiliki dua makna, berupa kasih dan pengorbanan. Keduanya diharapkan bisa diaplikasikan. Meski tidak terdiri dari agama yang sama, namun Pendeta Theo berharap bisa manusia bisa saling memahami. Karena sama-sama ciptaan tuhan.

Diadakannya Paskah Kebangsaan tersebut sebagai bukti toleransi hadir di Jepara. Kegiatan tersebut dihadiri beragam tokoh agama dari berbagai agama dan aliran kepercayaan. ”Jepara adalah miniatur Indonesia. Semua ada. Kepulauan, hingga budaya. Sebab itu  mari kita jaga” terang Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Saat ini, GITJ Pepanthan Dermolo memiliki 45 orang jemaat. Semua warga Dermolo. Sebelum GITJ Pepanthan belum bisa difungsikan, para Jemaat beribadah di garasi rumah pendeta. Lamanya 19 tahun. Letaknya tepat di belakang gereja.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah KH. Taslim Sahlan dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan dari Habib Luthfi. ”Mbok hidup itu seperti listrik yang bisa menerangi semua rumah ibadah, kita harus bisa duduk bersama lintas agama. Jadilah manusia yang saling mengenal dan saling bersahabat dalam perbedaan. Karena itu atas nama gerakan kebangsaan (Gerbang) Watugong Jawa Tengah kami mengucapkan selamat merayakan Paskah tahun 2021,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan bahagia karena kemarin saudara-saudara GITJ di Dermolo bisa merayakan paskah.

Kehadiran FKUB Provinsi Jawa Tengah bersama Gerakan Gerbang Watugong Jawa Tengah dalam perayaan Paskah ini sebagai ungkapan persaudaraan sesama umat beragama. ”Untuk itu saya ucapkan Selamat merayakan Paskah. Beda keyakinan tidak boleh menjadi penyekat untuk saling mendekat. Beda agama tidak menjadi penghalang saling menghormati sesama anak bangsa,” tegasnya.

Perayaan Paskah yang dihadiri semua unsur umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME ini merupakan wujud kedewasaan beragama. Hal ini sekaligus sebagai contoh konkrit bahwa di Jepara Moderasi Beragama talah tumbuh dengan baik.

Dengan diadakannya, Paskah Kebangsaan itu, KH. Mashadi, Ketua MUI Jepara yang juga sebagai Ketua FKUB Jepara berpesan agar toleransi harus dijaga. Tak hanya secara verbal. Namun, juga dibuktikan lewat tindakan. ”Harapannya, ke depan temanya ditambahi. Jadi Paskah Kebangsaan dan Kemanusiaan. Sehingga jadi manusia yang memanusiakan manusia lainnya,” terang KH. Mashadi. (*)

(ks/zen/war/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya