alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Survei Investigasi Jalur Kereta Api Dimulai

04 April 2021, 08: 51: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

BANGUNAN STASIUN: Seorang kakek membuka pintu di bekas bangunan sisa stasiun yang ada di Kabupaten Rembang.

BANGUNAN STASIUN: Seorang kakek membuka pintu di bekas bangunan sisa stasiun yang ada di Kabupaten Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Survei investigasi dan rancangan dasar jalur kereta antara Semarang-Kudus-Juwana-Lasem-Bojonegoro sudah dimulai. Dilakukan konsultan. Daerah salah satunya Kabupaten Rembang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang Dwi Wahyuni membenarkan survei sudah dimulai dari pihak konsultan. Daerah hanya menyalurkan suratnya. Supaya banyak audien yang banyak berpartisipasi terkait reaktivasi kereta api tersebut.

”Sehingga analisa semakin akurat. Survei ini dari konsultan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Direktorat Lalu Lintas dan Peningkatan Angkutan Kereta Api,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca juga: Bakal Calon Kades PAW di Jepara Terisi Empat Orang

Nanti tidak hanya Rembang. Tapi juga ada kabupaten tetangga. Isinya menanyakan terkait perjalanan sekitar Semarang-Rembang-Bojonegoro. Berikutnya karakteristik demografi, mulai usia, jenis kelamin serta pekerjaan, pendapatan serta biaya transportasi.

Termasuk ada lokasi tempat tinggal. Asal perjalanan, tujuan, frekuensi serta rata-rata waktu perjalanan. Lalu jika tersedia kembali kereta api ekonomi (Semarang-Lasem-Bojonegoro) atau (Semarang-Lasem-Tuban) diperlukan waktu 180 menit, berapa yang bersedia anda membayar.

Pertanyaan serupa untuk jenis eksekutif. Lalu pada kereta ekonomi dan eksekutif, jika dalam jarak 180 km (SemarangBojonegoro) hanya diperlukan 120 menit berapa bersedia membayar.

”Setelah ada pembagian kuisioner survey kita belum tahu. Saat ini juga sudah membuat DED, ini menjadi salah satu bahan. Tentu jika sudah muncul kebijakan regulasi pusat harus dilaksanakan,” jelasnya.

Lalu bagaimana soal rute. Nantinya akan menggunakan jalur lama dan baru. Pihaknya sempat memberikan gambaran di kota ada pengalihan. “Nantinya akan disejajarkan konsep jalan lingkar yang sudah ada. Namun juga belum disepakati bersama,” imbuhnya. 

(ks/noe/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya