alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Teguh Usti Prasetya, Kolektor Jersey Persiku

Siap Serahkan Koleksi Kalau Ada Museum

03 April 2021, 10: 30: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

LESTARIKAN SEJARAH: Muhammad Teguh Usti Prasetya memperlihatkan jersey Persiku koleksinya.

LESTARIKAN SEJARAH: Muhammad Teguh Usti Prasetya memperlihatkan jersey Persiku koleksinya. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Share this      

Cinta terhadap Persiku diwujudkan Muhammad Teguh Usti Prasetya dengan mengoleksi jersey. Tujuannya, menyimpan jejak histori perjalanan tim sepak bola kebanggaan wong Kudus itu. Mengingat terbatasnya arsip tentang tim berjuluk Macan Muria ini.

EKO SANTOSO, Radar Kudus

BERBAGAI jenis jersey Persiku dari tahun ke tahun tertata di meja. Paling tua 1994/1995. Sementara terbaru bertuliskan 2019. Total di meja ada 15 lembar. Delapan yang lain digantung. Dikaitkan pada tali rafia yang dipaku pada tembok sebelum wartawan koran ini sampai di kediamannya di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus.

Baca juga: Wisudawan Tangguh, Mampu Beradaptasi saat New Normal

Beberapa jersey tersebut, warnanya terlihat luntur. Adapula yang sebagian tampak robek. Bahkan, ada satu yang telah dijahit. Karena sebagian besar rusak parah.

Kolektor jersey Persiku itu, bernama Muhammad Teguh Usti Prasetya. Dia mengoleksi kaus tim berjuluk Macan Muria itu, sejak 2009 lalu. Rencana awal hanya akan mengoleksi jersey 2009 hingga sekarang. Namun, pada pertengahan Maret 2020 lalu, niatnya berubah. Setelah berkenalan dengan eks pemain Persiku Bambang Harsoyo. Yang menjembatani mendapatkan jersey Persiku sebelum 2009. ”Kemudian saya dapat jersey Persiku yang lawas-lawas,” katanya.

Sambil menenteng jersey berwarna dominan biru, Teguh mengaku, itu koleksi pertamanya. Jersey itu bertuliskan nama Sugeng Riyadi. Seragam away musim 2010/2011 yang didapatkan secara gratis.

Dia termotivasi mengoleksi jersey tim kebanggaan wong Kudus karena merasa memiliki tanggung jawab moral, agar generasi selanjutnya mengetahui sejarah Persiku. Terlebih dia salah satu suporter Persiku.

Saat ini, Teguh memiliki 23 jersey Persiku. Terdiri jersey player issue dan matchworn. Beberapa jersey didapatkan cuma-cuma melalui pemain kenalannya. Sementara yang lain ditebus dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Baik dari pemain yang masih aktif, eks pemain, kolektor, hingga rekan suporter. ”Harga paling mahal itu jersey Persiku saat main di Liga Dunhill musim 1994/1995. Harganya Rp 1 juta dengan nama pemain Gatot Isnawan,” terangnya.

Dia juga memiliki jersey saat Persiku bermain di Divisi Utama atau kasta tertinggi sepak bola Tanah Air pada 2005 lalu. Selain itu, pemuda kelahiran 17 Mei 2001 ini, juga memiliki kaus tim Persiku musim 2012. Menurutnya, di musim itu Persiku selangkah lagi bisa bermain di kasta liga tertinggi. Yang saat itu bernama Indonesia Super League (ISL).

”Saat itu, kalau menang lawan Persepam Madura bisa melangkah main di ISL. Tapi, karena kalah 2-1 di Sidoarjo, akhirnya tidak bisa naik kasta,” ujarnya.

Dari sekian banyak jersey pemain itu, milik Murwanto paling banyak. Ada tujuh. Itu karena dia memiliki kedekatan dengan bek kanan Persiku itu. ”Mungkin sebagai bentuk apresiasi ke saya, karena sudah mau ngoleksi jersey Persiku,” ujarnya.

Meski koleksinya cukup banyak, Teguh tak akan egois. Bila kelak ada museum Persiku yang menyimpan arsip, jersey, dan apapun tentang tim sepak bola yang bermarkas di Stadion Wergu Wetan itu, dia siap menghibahkan.

Karena tujuan dia mengoleksi memang untuk melestarikan. Bukan yang lain. ”Jika ada pihak, baik pemerintah atau swasta yang bisa memfasilitasi lebih, tentu saya akan memberikan koleksi ini cuma-cuma,” imbuhnya. Meski diakui koleksinya bisa dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dari saat dia membeli. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya