alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Cuan Endorse Jadi Konter

03 April 2021, 08: 35: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

Adelia Vivien Widayanti

Adelia Vivien Widayanti (DOK PRIBADI)

Share this      

ADELIA Vivien Widayanti menunjukkan sebuah foto. Seorang perempuan duduk di sebuah etalase konter. Mengenakan baju polos abu-abu. Memakai kerudung hitam. Tangan kanannya memegang kacamata yang berada di matanya. Itu foto dirinya saat berjaga di konternya beberapa hari yang lalu. Konternya di sekitar Alun-alun Juwana, Pati.

Mempunyai konter, gampang-gampang susah. Tergantung cara mengatur keuangan. Harus teliti dan sabar menghadapi pelanggan. ”Kadang kan ada pelanggan yang cuma nanya doang. Cuma curve harga. Spek HP, kameranya bagaimana gitu misalnya. Pokoke nritik, Mas. Tapi yo ora tuku,” kata perempuan pemilik konter itu.

Awalnya, dia hanya menyediakan pulsa dan paketan internet. Setelah laris baru nyetok HP. ”Hasil nabung dari endorse juga, Mas. Sedikit-sedikit tapi menghasilkan,” ungkap gadis asal Kecamatan Juwana itu.

Baca juga: Kapolres Jepara Bersama Dandim 0719 Cek Pengamanan Gereja

Dari Instagram ia meraup banyak untung. Banyak endorse dari produk yang ia dapat. Salah satunya produk kecantikan. ”Hasil endorse tak menentu. Kadang banyak. Kadang sedikit. Intinya pandai memanejemen uang,” ujar gadis 22 tahun itu.

Intinya, memulai usaha itu harus ada tekad bulat. Tidak hanya niat. Selain itu, jangan mudah menyerah. Harus kuat dan tegar.

Dia terkenal semenjak banyak menjuarai lomba make-up di Kabupaten Pati. Sejak SMA ia ditawari salah satu gurunya untuk lomba fashion. ”Padahal saya tidak terlalu suka awalnya,” sautnya.

Lebih dari 10 event yang diikuti. Setelah menjuarai di salah satu lomba, dia merasa terkejut dan bangga. ”Dari situ mulai tertarik dengan dunia fashion, fotografi, dan make up,” katanya.

Selain endorse di IG, dia sering ditawari untuk jadi model foto. Jadi model untuk banyak busana. Salah satunya, model baju pernikahan. Dia menunjukkan foto itu. Memakai gaun pernikahan berwarna putih. Semacam gaun khas Jawa. Ada kembang berwarna kuning yang diikatkan di belakang kerudung putihnya. Memanjang ke depan hingga ke perutnya.

Saat pandemi, dia mengaku tawaran foto berkurang. Dia tidak bisa menjadikan itu sebagai patokan untuk bertahan dari pandemi ini. ”Sudah jarang kalau foto. Tapi kalau endorse masih jalan. Walaupun tak seramai dulu (sebelum pandemi),” ungkapnya.

Saat ini dia fokus ke konter miliknya itu. Karena lebih menghasilkan. Jadi penghasilan utama. ”Kalau ada tawaran mau-mau saja. Tapi lihat jadwal. Dikondisikan dulu. Karena juga jaga konter,” tutupnya. (adr)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya