alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Efek Kisruh Kepengurusan KONI Kudus, Ketua Lama Tak Bisa Ngantor

30 Maret 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

TAK BISA MEMBUKA: Ketua KONI Kudus lama Antoni Alfin mencoba membuka pintu kantornya yang sudah diganti kunci oleh pengurus baru hasil Musorkablub kemarin.

TAK BISA MEMBUKA: Ketua KONI Kudus lama Antoni Alfin mencoba membuka pintu kantornya yang sudah diganti kunci oleh pengurus baru hasil Musorkablub kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Pasca dilantik Minggu (28/3) lalu, Ketua KONI Kudus hasil Musorkablub Imam Triyanto langsung ngantor kemarin. Agendanya akan konsolidasi dengan pengurus baru. Tetapi, sebelum kedatangannya, Ketua KONI Kudus lama Antoni Alfin juga datang. Namun Antoni kemarin tak dapat masuk ke ruangan kerjanya.

Dalam kesempatan itu, Antoni Alfin bertemu langsung dengan Imam Triyanto. Mereka berdua membahas status hak siapa yang menempati kantor KONI Kudus. Atas dilantiknya kepungurasan KONI hasil Musorkablub, kantor KONI Kudus ditempati pengurus baru. Hal ini didukung dengan keluarnya SK dari KONI Jateng atas pengukuhan pengurus KONI Kudus masa jabatan 2021-2025.

Imam Triyanto didampingi Kepala Bidang Pembinaan Hukum Keolahragaan KONI Kudus Yusuf Istanto menyatakan, hak menempati kantor KONI Kudus dimiliki pengurus masa jabatan 2021-2025. Hal ini sesuai dengan dikeluarkan SK oleh KONI Jateng yang melantik pengurus baru pada Minggu (29/03) lalu.

Baca juga: Dari Bikin Hadiah Jadi Rupiah

RAMAI: Kondisi halaman kantor KONI Kudus selain dipenuhi kendaraan, juga ada sejumlah karangan bunga kemarin.

RAMAI: Kondisi halaman kantor KONI Kudus selain dipenuhi kendaraan, juga ada sejumlah karangan bunga kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Dengan begitu, ada batasan ketika Antoni Alfin datang ke kantor KONI Kudus. Salah satunya, hanya membahas kepentingan olahraga semata. Terlebih lagi, pihaknya juga mempersilakan Antoni mengambil barang pribadi di ruangannya.

”Kalau untuk kepentingan olahraga monggo. Kalau kepengurusan jelas SK sudah ditetapkan dengan adanya kepengurusan baru,” tambahnya.

Dalam kerja pertama ini, pihaknya mengungkapkan, akan mengambil langkah secepatnya membahas konsolidasi dengan semua pengurus kabupaten (pengkab) agar solid. Di samping itu, mengingat akan diselenggarakan pra dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng.

Saat ini, dinilai tidak ada dualisme kepengurusan KONI Kudus. Menyusul keluarnya SK KONI Jateng yang memutuskan kepengurusan baru periode 2021-2025.

”Secara isi SK dari KONI Jateng itu, Mas Anton (Antoni Alfin, Red) tidak bisa mengaku menjadi ketua KONI Kudus yang sah. Karena SK kepengurusannya sudah dicabut,” ungkapnya.

Dia berharap, Antoni legowo menerima hasil keputusan yang ditetapkan KONI Jateng. Terlebih, Kota Kretek akan menjadi tuan rumah Porprov Jateng pada 2022 mendatang. Jadi, dibutuhkan upaya agar tetap solid menyambut event tersebut.

Antoni Alfin menyatakan, kemarin ia tetap berangkat ke kantor seperti biasa. Meski KONI Jateng telah melantik kepengurusan yang baru. Meski begitu, ia yang hendak masuk ke ruangannya tidak bisa. Sebab, kuncinya sudah diganti.

”Yang saya sayangkan itu, seharusnya semua bisa dikomunikasikan terlebih dahulu,” terangnya.

Mohamad Nur Hasyim, kepala Bidang Pembinaan Hukum Keolahragaan KONI Kudus versi kepengurusan Antoni Alfin menyatakan, pengurus KONI Kudus lama datang untuk mengadakan perbincangan dengan pungurus baru. Hasilnya, pengurus lama menyerahkan persengkataan tersebut kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori). Di samping itu, kubu Imam Triyanto akan mengikuti prosedur tersebut. Yakni dengan mengikuti sidang ke Baori.

”Terkait penempatan kantor, sudah ada kesempakatan untuk saling menghargai satu sama lain (Antoni dan Imam, Red).

(ks/lin/gal/top/JPR)

 TOP