alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pembunuhan Dalang di Rembang Masuk Program 100 Hari Kapolri

27 Maret 2021, 10: 37: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

TERSANGKA TUNGGAL: Sumani, tersangka pembunuhan Dalang Anom Subekti beserta keluarga menjalani rekonstruksi di rumah sang dalang baru-baru ini.

TERSANGKA TUNGGAL: Sumani, tersangka pembunuhan Dalang Anom Subekti beserta keluarga menjalani rekonstruksi di rumah sang dalang baru-baru ini. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG Berkas tahap satu perkara pembunuhan Dalang Anom Subekti dan keluarga di Desa Turus Gede, Rembang Kota, sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Dalam waktu dekat kemungkinan sudah P21. Sebab, kasus ini masuk program 100 hari kapolri.

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Sugito menyampaikan, berkas tahap satu sudah dilimpahkan kejaksaan. Beberapa hari ke depan, pemeriksaan perkara dengan tersangka Sumani ini, akan segera rampung. ”Jadi masuk program 100 hari kapolri," katanya.

Saat ini, tersangka pembunuhan itu, Sumani masih ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Rembang. AKP Bambang menyampaikan, kondisi Sumani saat ini sudah sehat. Selain itu, Polres Rembang juga berupaya mengundang tokoh agama untuk memberikan bimbingan kepadanya. Terutama agar tak melakukan percobaan bunuh diri lagi.

Baca juga: Bentuk Komite Ekonomi Kreatif 

Diberitakan sebelumnya, Sumani sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menenggak cairan pestisida. ”Ada Bapak Kiai ke sini (Rutan Polres Rembang, Red). Tujuannya, memberi pencerahan agar imannya lebih kuat," imbuh AKP Bambang.

Sumani dikabarkan sudah menyesali perbuatannya. Ya, ia terseret sebagai tersangka atas kasus pembunuhan Dalang Anom Subekti beserta tiga anggota keluarga yang bertempat tinggal di Desa Turusgede itu.

AKP Bambang menjelaskan, setelah ditahan di Rutan Polres Rembang, dari pihak keluarga Sumani juga belum bisa membesuk. Sebab, masih situasi pandemi. Namun, Polres Rembang memfasilitasi interaksi Sumani dan keluarga melalui video call. ”Video call-nya kami fasilitasi. Kalau dia membutuhkan pasti kami fasilitasi," katanya.

Sementara, disinggung terkait kalimat ”sing wis yo wis”, yang katanya pernah diucapkan Sumani kepada Dalang Anom Subekti, AKP Bambang Sugito menjelaskan, saat ini masih tahap penyelidikan.

Kalimat itu diduga mengarah kepada motif dendam. Dari hasil pemeriksaan, Sumani juga terjerat pasal pencurian dengan kekerasan. Karena ditemukan perhiasan milik korban di rumahnya. 

(ks/lin/vah/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya