alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Gandeng Pesepakbola, Berikan Pendidikan Formal  

25 Maret 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

DITANYA: Edi Waluyo saat didatangi wartawan di SMA Nasional Pati kemarin (24/3).

DITANYA: Edi Waluyo saat didatangi wartawan di SMA Nasional Pati kemarin (24/3). (FOTO I: ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI-, Radar Kudus – SMA Nasional Pati memberikan pendidikan formal kepada Akademi Persib Bandung. Sebelumnya tidak ada pendidikan formal di akademi itu. Hal ini, bertujuan pesepakbola itu memiliki pendidikan formal.

Baca juga: Cegah Konflik, Teken Deklarasi Damai

Kepala SMA Nasional Pati Edi Waluyo bekerjasama dengan Akademi Persib Bandung asuhan Dwi Ariyanto. Kedua belah pihak telah bersepakat dengan program ini. Hasil kesepakatan itu membuka program kelas khusus atlet sepak bola prestasi. Program tersebut rencananya akan dimulai pada tahun ajaran baru 2021/2022.

Edi mengatakan, program ini dilatarbelakangi rasa keprihatinan banyaknya pemain sepak bola. Banyak pesepakbola berprestasi profesional, tapi gagal di sekolah formal. Hal ini, bisa terjadi lantaran banyak sekolah menerapkan kebijakan kurikulum yang kaku.

 ”Banyak kebijakan kaku terhadap anak-anak yang memiliki prestasi olahraga. Melihat kondisi tersebut, kami berinisiatif menjalin kerjasama. Kerjasama itu, dengan Akademi Persib Bandung yang berlokasi di Desa Tambaharjo, Tambakromo, Pati,” ujar Kepala SMA Nasional Pati Edi Waluyo ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (24/3).

Terhitung Juli mendatang, terdapat 18 siswa akademi yang duduk di bangku SMA, 14 orang di kelas X dan empat orang di kelas XI. ”Mereka latihan pagi dan sore, tidak bisa dipaksakan datang ke sekolah untuk pembelajaran. Maka, kami ambil jalan tengah dengan homeschooling. Nanti pihak sekolah melakukan kegiatan pembelajaran secara rutin di mes akademi,” imbuhnya.

Dia mengatakan, mata pelajaran untuk para siswa akademi akan disesuaikan dengan struktur kurikulum yang ada. Hanya saja praktik pembelajarannya berbeda dari siswa reguler yang belajar di sekolah.

”Jadi nanti beberapa hari sekali guru kami datang ke mes untuk mengajar. Tapi, tetap ada penugasan harian untuk mereka,” katanya.

Menurut Edi, kelas khusus atlet sepak bola prestasi ini merupakan yang pertama di Pati. Adapun di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah, SMA NU Al-Ma’ruf Kudus sudah menerapkan program ini lebih dulu.

Sementara itu, Manajer Akademi Persib Bandung di Pati, Dwi Ariyanto menegaskan, jadwal pelajaran akademik dan latihan sepak bola para siswa akademi tidak akan berbenturan.

”Saya lihat program di SMA Nasional bisa sejalan dengan program akademi. Pelajaranya bisa fleksibel,” ujar mantan pelatih Persipa Pati ini.

Dwi menjelaskan, selain pertimbangan teknis, keputusannya untuk menjalin kerja sama dengan SMA Nasional Pati juga dilatarbelakangi adanya ikatan emosional dan kekeluargaan. Sebab, dirinya dan sang istri merupakan alumni sekolah tersebut.

Dia berharap, kerja sama ini bisa langgeng dan menguntungkan masing-masing pihak. ”Selain itu, juga bisa memotivasi anak-anak Pati dan sekitarnya dari latar belakang perekonomian menengah ke bawah. Bahwa mereka juga bisa mewujudkan mimpi jadi pemain sepak bola profesional yang sekolah formalnya tetap berjalan baik,” tandas dia. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya