alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Kepala KPP Pratama Kudus Andi Setijo Nugroho

Pernah Dikepung Kabut Asap

24 Maret 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

BAKTI UNTUK NEGERI: Kepala KPP Pratama Kudus Andi Setijo Nugroho merupakan putra daerah asal Kudus.   

BAKTI UNTUK NEGERI: Kepala KPP Pratama Kudus Andi Setijo Nugroho merupakan putra daerah asal Kudus.   (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Share this      

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus Andi Setijo Nugroho asli putra daerah. Ia harus menjalani tugas berat sebelum pindah ke Kudus, di Kabupaten Sintang. Ia pernah terkepung kabut asap dan mengalami selip ban saat melintas di jalan penghubung kabupaten.

GALIH ERLAMBANG WIRADINATA, Radar Kudus

BEBERAPA tumpukan berkas pekerjaan tertara rapi di ruang kerja Andi Setijo Nugroho. Selasa pagi itu, ia sedang memilah lembar kertas untuk dibaca. Sekitar dua menit ia melihat berkas tersebut. Baru kemudian menyambangi wartawan kota ini dan duduk di atas sofa berwarna hitam.

Baca juga: Vaksinasi Pengajar Harus Jadi Syarat Wajib Pelaksanaan Belajar

Pria kelahiran Kudus, 9 November 1969 ini, cerita panjang lebar tentang penugasannya selama di kantor pajak. Sebelum kembali ke kota kelahirannya, Kudus, Andi -sapaan akrabnya- harus menempuh tugas berat di luar Jawa. Ia harus menjalani long distance relationship (LDR) dari keluarga.

”Saya dulu ikut seleksi (ASN di lingkungan Kementrian Keuangan, Red) pada 1995. Dari 16 ribu orang diambil 640 saja. Alhamdulillah saya lolos,” kata alumni magister Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta ini.

Sebelum bertugas di Kudus, ia harus menjalani penempatan di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak Pekanbaru. Ia bertugas selama 1,5 tahun menjadi pelaksana. Selanjutnya ia kembali dipindah tugaskan di Batam selama 4,5 tahun.

Pada 2002, ia dipindahkan tugas ke Pulau Jawa. Namun ia pindah ke Jogjakarta. Bukan ke Kudus. Andi bertugas di sana selama lima tahun menjadi kepala seksi (kasi). Selanjutnya, pada 2007 hingga 2010 ia dipindah tugaskan ke Kanwil Malang. Setalah di sana, ia ditugaskan ke KPP Pratama Pekalongan hingga 2012 lalu.

”Dari kota kecil itu, saya mendapatkan hikmah mempromosikan saya menjadi kepala kantor. Biasanya kan yang promosi dari Kanwil,” terangnya.

Saat itu, Andi dipromosikan menjadi kepala kantor di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan barat. Berdekatan dengan perbatasan Malaysia. Dirinya hidup berdampingan dengan budaya Dayak. Sekaligus menjalani tugas yang berat. Di sana ia bertugas dengan membawahi tiga wilayah. Yakni Nanga Pinoh, Sintang, dan Putussibau.

Pria asal Desa Rendeng, Kota, Kudus, ini, menceritakan beberapa penugasan yang dijalani di sana. Ia harus menembus jalan darat dari Sintang menuju Putussibau selamanya lima jam. Medannya berat. Jalannya banyak berlubang saat itu. Di samping itu, ia harus melintasi 45 jembatan kayu. Sesekali ketika melintas mengecek roda mobil. Bahkan ban mobilnya pernah terperosok dan harus dievakuasi warga. ”Kalau hujan jalannya matol di sana,” kenangnya.

Selain beratnya medan, Andi juga pernah merasakan kepungan kabut asap di sana. Suatu ketika, ia hendak pulang ke Jogjakarta untuk menenggok istri dan tiga anaknya. Pesawat yang hendak ditumpangi mengalami delay. Lantaran terjebak kabut asap. Akibat ada kebakaran hutan. Di samping itu, ongkos penerbangan yang ditempuh dua kali tergolong mahal.

Dengan ketegahan hati dan iman yang kuat, ia berhasil melewati proses hidupnya itu. Andi selalu berpegang teguh pada wejangan orang tuanya. Dalam menghadapi hidup tak perlu khawatir. Tetap berpegang teguh pada keyakinan.

”Nggak usah takut. Bumi Indonesia itu luas. Asalkan bisa menjaga diri (ibadah, Red) dan etika yang baik kepada setiap orang,” kata Andi meniru wejangan orang tuannya.

Terlebih lagi yang menguatkan dirinya adalah dukungan dari keluarga. Anak dan istri Andi selalu mendukung di mana pun ia bertugas.

Saat itu, sebelum pindah tugas ke Jawa, terlebih dahulu ia dipindah tugaskan ke Balikpapan. Di sana ia hanya bertugas selama sembilan bulan. Selanjutnya ia dipindahkan ke Kabupaten Tulunggung. Kota tersebut merupakan kelahiran istrinya.

Pada 2020 keiinginannya terwujud, Andi dipindah tugas ke KPP Pratama Kudus. Di sini ia ingin meluangkan waktu dan mengabdi kepada kedua orang tuanya. ”Sekarang sudah tugas di Jawa, harus disyukuri,” ujarnya.

Perjalanan dan kerja keras Andi selama ini membuahkan hasil. Dirinya pernah menyabet penghargaan sebagai kepala seksi terbaik di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, pernah menerima penghargaan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (ZI WBK) di Tulungagung. Sedangkan di Kudus, baru-baru ini mendapatkan predikat KPP percontahan.

Ia berharap, dapat selalu memberikan kinerja terbaik sebagai bentuk mengabdi kepada negara. Sekaligus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Lewat kerja kerasnya ini, secara beriringan Andi berharap karirnya akan lebih baik ke depan. 

(ks/lin/*/top/JPR)

 TOP