alexametrics
Selasa, 11 May 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Dua Kamera Tilang Elektronik di Rembang Masih Tahap Uji Coba

16 Maret 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

TERTIB: Para pengendara melintas di perempatan Jaeni, Rembang yang kini terpasang kamera tilang elektronik yang berfungsi pemotretan pelanggar lalu lintas, kemarin.

TERTIB: Para pengendara melintas di perempatan Jaeni, Rembang yang kini terpasang kamera tilang elektronik yang berfungsi pemotretan pelanggar lalu lintas, kemarin. (  WISNU AJI/ RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Perempatan Jaeni, Rembang dan Jalan Pantura sekitar Tugu Adipura menjadi percontohan penerapan tilang elektronik. Dua perangkat kamera ini masih masa uji coba. Rencana efektif diterapkan bulan depan.

Satu unit statusnya baru milik Satlantas Polres Rembang. Melengkapi perangkat sebelumnya milik Dinas Perhubungan (Dishub) yang terpasang dekat tugu Adipura. Kecanggihan sistem ini diklaim menurunkan pelanggar lalu lintas.

Kamera ini mampu merekam vido dan memotret pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan. Penggunaan CCTV berfungsi merekam wajah pelanggar. Seperti tidak menggunakan helm atau menggunakan te lefon saat mengemudi. Hasilnya langsung dikirim server Satlantas Polres Rembang.

Baca juga: Geruduk Kantor Bupati Jepara, GTT PAI Minta Kejelasan Pengangkatan PNS

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Hendrie Suryo Liquisasono menuturkan CCTV sudah berfungsi dan saat ini masih masa uji coba. Sementara untuk yang diurus Dishub di Adipura CCTV lama. “Statusnya dihidupkan kembali. untuk perempatan Jaeni baru Jumat kemarin dipasang dan sudah bisa dioperasikan,” jelasnya.

Ke depan di wilayah Kecamatan Rembang masih mengusulkan mengusulkan tambahan perangkat canggih tersebut. Diantarnya melalui Dishub.”Kami baru punya di perempatan Jaeni. Kalau Satlantas sudah siap” bebernya.

Nantinya kerja tersebut tidak lepas petugas. Pusat kendali di Satlantas Polres Rembang. Ruang kendali sistem tilang. Meskipun demikian setiap pagi petugas tetap bertugas. Karena hanya memantau lalu lintas kendaraan juga pelanggaran.

Menurutnya, tilang elektronik efektif menjerat pelanggar peraturan. Sehingga membuat masyarakat lebih disiplin berlalu lintas. “Kita tempatkan di perempatan jaeni sesuai kajian kita banyak pelanggaran di sana. Maka kita pasang disitu. Di sana mampu memantau 360 derajat,” jelasnya.

Sementara pemberlakukan efektif sekitar April mendatang. “Namun sesuai dengan rencana lounching dari Kapolri tanggal 23 Maret. Sehingga daerah tinggal mengikuti. Penerapan Electronic Traffi c Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik,” jelasnya. 

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP