alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara
Kaderisasi GMNI Jepara

Pengusaha Mebel Skala Rumahan Sulit Bersaing

Generasi Milenial Teknik Mebelnya Lemah

09 Maret 2021, 07: 33: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

Ketua Persatuan Alumni GMNI Jepara Andi Rokhmat (kiri)dalam pembukaan acara kaderisasi

Ketua Persatuan Alumni GMNI Jepara Andi Rokhmat (kiri)dalam pembukaan acara kaderisasi (GMNI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Masih adanya pelaku industri mebel skala rumahan yang menggunakan metode berjualan tradisional dengan menjualnya ke pengepul menimbulkan industri mebel skala rumahan tidak mampu meraih keuntungan memadai dan sulit bersaing dengan industri mebel skala pabrikan. Sedangkan generasi milenial yang melek teknologi informasi di Jepara hanya tertarik untuk menjadi pedagang mebel online tanpa mau repot memproduksi barang.

Selain kedua masalah di atas industri mebel skala rumahan juga menghadapi masalah semakin mahalnya bahan baku kayu dan kian sulitnya mencari tenaga kerja. Saat ini susah mencari tenaga kerja seperti tukang kayu dan tukang amplas seiring dengan meningkatnya investor yang mendirikan pabrik di Jepara. Generasi muda di Jepara kebanyakan lebih memilih untuk bekerja di pabrik-pabrik baru daripada di industri mebel skala rumahan.

Hal ini menjadi bahasan dalam acara Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) yang diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jepara. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari (5 –7 Maret 2021) bertempat di Hotel Love In, Bandengan Jepara.

Baca juga: Diejek Mirip Kandang Wedus, Kini malah Ngetren

Andang Wahyu Trianto (kiri) memberikan motivasi pada peserta kaderisasi GMNI Jepara

Andang Wahyu Trianto (kiri) memberikan motivasi pada peserta kaderisasi GMNI Jepara (GMNI FOR RADAR KUDUS)

Acara kaderisasi ini mengusung tema “Mencetak Kader Progresif – Revolusioner di Bumi Kartini”. Peserta yang mengikuti kegiatan ini mayoritas berasal dari mahasiswa Unisnu dan juga diikuti oleh beberapa peserta dari cabang lain se-Jawa Tengah. Kegiatan kaderisasi ini dibuka oleh Andi Rokhmat selaku Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Jepara yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Perumda Jepara. Acara kaderisasi GMNI Jepara ini menjadi spesial, karena juga dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Arjuna Putra Aldino.

Dalam sambutannya, Andi Rokhmat beraharap kegiatan kaderisasi ini dapat menghasilkan kader GMNI yang kritis terhadap permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang ada di Jepara dan tentu saja mampu menawarkan solusi yang inovatif.

“Kaderisasi ini adalah awalan untuk kalian belajar bersama kawan-kawan yang sudah lebih dulu menjadi kader. Saya berharap kegiatan kaderisasi ini mampu membentuk pola pikir kader dalam memandang sebuah permasalahan dalam masyarakat sehingga mampu mengurai dan menawarkan solusi cerdas inovatif untuk masyarakat,” kata Andi Rokhmat sebelum membuka acara kaderisasi.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Kabupaten Jepara, Yoga Bahtiar berharap kaderisasi ini dapat membentuk kader yang progresif dan revolusioner di Bumi Kartini. Apalagi menurutnya perjuangan kader GMNI Jepara di kampus UNISNU tidak mudah karena adanya hambatan dari birokrasi kampus.

“Saya harap setelah mengikuti kegiatan kaderisasi ini kader muda GMNI lebih meningkatkan militansinya dalam belajar dan berkativitas di GMNI. Namun demikian perkuliahan di kampus juga jangan sampai dikesampingkan, semuanya harus berjalan beriringan,” ujar Yoga.  

Dalam acara kaderisasi juga hadir Andang Wahyu Triyanto yang merupakan alumni GMNI. Andang menyampaikan beberapa motivasi pada kader baru untuk terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitasnya di kawah candradimuka bernama GMNI.

“GMNI itu kawah candradimuka yang akan menempa kalian menjadi individu yang berkapasitas dan berkapabilitas. Saya harap GMNI Jepara ini mampu melahirkan calon pemimpin yang mampu menjawab permasalahan bangsa dan negara kita yang kian kompleks ini,” ungkap Andang yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara.

Terkait dengan permasalahan industri mebel di Jepara ini, GMNI Jepara mengusulkan pada Pemerintah Daerah Jepara dan semua stakeholder yang terlibat dalam industri mebel Jepara untuk duduk bersama membahas solusi terbaik untuk mengatasi banyaknya persoalan di sektor industri mebel ini. Karena permasalahan ini tidak dapat diselesaikan oleh satu stakeholder saja.

Selain membahas tentang permasalahan idustri mebel di Jepara, acara kaderisasi ini juga melatih ketajaman pisau analisa kader baru dengan melakukan kegiatan analisa sosial di pasar ikan dan pasar tradisional. Dari hasil analisis sosial di lapangan peserta kaderisasi menemukan terjadinya kelesuan ekonomi di pasar tradisional yang diakibatkan dampak dari pandemi Covid-19. Dari sini selanjutnya peserta menyusun rencana tindak lanjut (RTL) yang akan dijadikan program kerja di masing-masing komisariat.

(ks/war/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya