alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pembunuhan Sekeluarga: Polisi Terapkan Hukuman Mati ke Sumani

08 Maret 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

UNGKAP MISTERI: Kondisi Sumani menjalani perawatan di RSUD Rembang. Foto kanan, dia saat menjagi penabuh gamelan di salah satu acara beberapa waktu lalu.

UNGKAP MISTERI: Kondisi Sumani menjalani perawatan di RSUD Rembang. Foto kanan, dia saat menjagi penabuh gamelan di salah satu acara beberapa waktu lalu. (STAF DARMAWAN BUDIHARTO FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Polisi bakal menerapkan hukuman mati kepada Sumani. Berkas-berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang untuk disidangkan.

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre menyampaikan, polisi sudah maksimal melakukan upaya-upaya lidik dan sidik. Sudah terungkap pelaku pembunuhan terhadap dalang Anom Subekti, istri, anak, serta cucunya. Selanjutnya, tinggal proses pelimpahan ke kejaksaan. Kemudian menunggu sidang.

”Kami selalu koordinasi dengan kejaksaan," ujarnya.

Baca juga: Dapat Bantuan Rp 821,4 Juta untuk Ciptakan Wirausaha Baru.

Polisi juga melakukan pendampingan kepada keluarga korban sejak dari awal. ”Teman-teman dari penyidik sampai sekarang pun sering berkomunikasi dengan keluarga korban. Ini kami lakukan untuk memberikan kekuatan," jelasnya.

Pendekatan itu terus dilakukan. Untuk keluarga tersangka juga tetap dimonitoring untuk memberikan rasa aman. ”Namun demikian, profesionalisme kepolisian jangan diragukan. Dalam mengungkap kasus ini," jelasnya.

Pihaknya akan menerapkan ancaman hukuman maksimal kepada tersangka. Yakni hukuman mati. ”Pasal yang kami kenakan 340 dan curas (pencurian dengan kekerasan)," imbuhnya.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Rembang Eko Hartoyo menyampaikan, dari reka ulang yang sudah dilaksanakan baru-baru ini, bisa tergambar dari tindak pidana yang menewaskan Anom beserta tiga anggota keluarnya itu.

Rekonstruksi dinilai penting untuk mendukung dan melengkapi bukti-bukti. Yang nantinya bisa memperkuat saat persidangan.

Tentu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Polres Rembang. Untuk meminimalisasi bolak-baliknya berkas perkara. ”Supaya bisa segera kami P21 (berkas lengkap) dan kami limpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Dia menambahkan, setelah rekonstruksi biasanya tidak lama lagi berkas dikirimkan ke kejaksaan untuk diteliti.

(ks/lin/vah/top/JPR)

 TOP