alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Dapat Bantuan Rp 821,4 Juta untuk Ciptakan Wirausaha Baru.

Pengabdian Masyarakat Didanai Kemenristekbrin

08 Maret 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SUDAH BERHASIL: Mahasiswa UMK Nor Romadlon memamerkan produk coffe late hasil dari bimbingan program kewirausahaan tahun lalu.

SUDAH BERHASIL: Mahasiswa UMK Nor Romadlon memamerkan produk coffe late hasil dari bimbingan program kewirausahaan tahun lalu. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS-, Radar Kudus – Program pengabdian masyarakat Universitas Muria Kudus (UMK) mendapatkan bantuan pembiayaan Rp 821,4 juta dari Kemenristekbrin. Dan itu untuk membiayai sembilan proposal pengabdian masyarakat.

Rektor UMK Prof. Darsono mengatakan, dana tersebut digunakan untuk pendampingan maupun menciptakan wirausaha baru. Proposal yang berhasil dilirik Kemenristekbrin, paling banyak dari usaha kecil menengah (UKM).

”Nantinya UKM akan dilatih dari awal sampai akhir. Mulai proses produksi, pemasaran, hingga pengadaan alat untuk menunjang produksi,” terangnya.

Baca juga: Lima Ribu Lansia di Blora Jadi Target Vaksin

Adanya peran perguruan tinggi dan dosen proses pendampingan UKM atau perekonomian masyarakat, diharapkan hasilnya lebih baik. Tentu kegiatan pengabdian masyarakat ini akan terus dikembangkan.

Sembilan proposal yang diajukan dosen UMK dan lolos pendanaan di antaranya Arif Setiawan untuk program pengembangan produk unggulan daerah (PPPUD) dengan judul Pemanfaatan limbah plastik untuk gagang pisau pada UKM industri kreatif logam di Desa Hadipolo, Jekulo.

Siti Marfuah untuk program kemitraan masyarakat (PKM) dengan judul Learning Studio berbasis Literasi Bagi Guru SD 3 Wergu Wetan. Nuraeningsih akan memberikan pelatihan, bimbingan, dan pengembangan, mulai dari produksi sampai pemasaran untuk mahasiswa yang sudah memiliki ide tapi belum direalisasikan.

”Ya, program saya mendampingi mahasiswa agar usahanya berjalan. Saya bimbing dari awal produksi hingga pemasaran,” kata Nuraeningsih. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya