alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Delapan Pejabat Masuk Bursa Calon Sekda Rembang

08 Maret 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PENGARAHAN: Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan lampu hijau pengisian sekda definitif dalam rapat kerja dan pengarahan bupati dan wakil bupati di lantai IV Setda Rembang, Kamis lalu.

PENGARAHAN: Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan lampu hijau pengisian sekda definitif dalam rapat kerja dan pengarahan bupati dan wakil bupati di lantai IV Setda Rembang, Kamis lalu. (BKD REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Pengisian kekosongan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang mulai digodok. Kemarin Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan telah berkirim surat pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk izin pengisian sekda definitif. Di Kota Garam ada sekitar delapan pejabat yang masuk dalam bursa dicalonkan.

Jika mengacu peraturan undang-undang, bupati diperbolehkan melakukan rotasi jabatan harus sudah menjabat selama enam bulan setelah pelantikan. Namun, Undang-Undang tersebut tak berlaku manakala kemendagri memberikan izin. Saat ini, Pemkab Rembang yang urgent posisi Sekda.

Lampu hijau sudah turun hal itu dikemukakan Abdul Hafidz dalam acara rapat kerja dan pengarahan bupati dan wakil bupati Rembang di lantai IV Setda Rembang.

Baca juga: Upacara Melasti di Jepara Diikuti 40 Orang, Berlangsung Dua Jam

Perintah untuk BKD Rembang untuk izin tertulis ke kemendagri berkaitan pengisian kekosongan sekda definitif. Laporannya sudah diproses. Setelah sebelumnya menaikan nota dinas Bupati.

”Saya sudah laporan. Sudah saya siapkan. Pak bupati dalam rapat kerja dan pengarahan perintahkan untuk ijin tertulis ke Kemendagri terkait pengisian sekda definitif,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang Suparmin.

Lampu hijau sudah turun. Dalam waktu dekat tinggal dikirimkan Kemendagri. Masalah lama atau tidaknya kewenangan pusat. Daerah tidak bisa memastikan cepat atau lambatnya. Karena di wilayah Indonesia cukup banyak.

Di Jateng ada tiga, kabupaten Semarang, Sukoharjo dan Kota Semarang. Sehingga yang terjadi kekosongan mengajukan. Ini tergantung bupati masing-masing. Ada yang segera mengusulkan dan menunggu bulan tertentu.”Prinsip nunggu rekomendasi turun. Baru menyiapkan panselnya,” keteranganya.

Sesuai Permenpan 15 tahun 2019 komposisinya 55 persen eksternal (di luar pemkab), selebihnya 45 persen internal. Karena Sekda secara psikologis diberlakukan beda. Karena calon pemimpinnya, tidak logis yang seleksi oleh bawahanya. (noe)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP