alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Lampu Gantung

Dari tak Bernilai Jadi Jutaan Rupiah

06 Maret 2021, 17: 34: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

BERNILAI: Teguh Priyombodo merangkai botol bekas jadi lampu gantung menawan di rumahnya kemarin (5/3).

BERNILAI: Teguh Priyombodo merangkai botol bekas jadi lampu gantung menawan di rumahnya kemarin (5/3). (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

Di tangan Teguh Priyombodo, 44, ratusan botol plastik bekas berubah jadi lampu gantung. Kerajinan itu merubah botol plastik bekas yang semula tak bernilai, menjadi lampu gantung bernilai jutaan rupiah.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Radar Kudus

DI garasi rumahnya terpasang sekitar 20 lampu gantung buatannya. Ukurannya beragam. Paling kecil berdiameter 50 sentimeter hingga paling besar diameternya sekitar semeter. ”Itu hanya untuk model. Sementara hanya membuat saat ada pesanan,” kata Teguh Priyombodo.

Baca juga: Akibat Dana Desa Belum Cair, Desa di Jepara Andalkan Dana Talangan

Pria yang akrab disapa Yoyok itu membuat sendiri kerajinan itu. Di rumahnya, di Jalan Pemuda No. 33, Jepara. Pembuatannya memakan waktu beragam. Bisa sehari hingga lima hari. ”Tergantung ukuran dan kerumitannya,” tuturnya.

Ukuran lampu yang ia buat bervariasi. Dari yang paling kecil berdiameter 50 sentimeter. Hingga yang paling besar berdiameter 120 sentimeter.

Nantinya, ukuran lampu yang dibuat tak serta merta. Ada rumusnya. Harus menyesuaikan ruangan pemesan yang hendak dipasangi lampu gantung itu. Bentuknya, bisa divariasikan. Ia mengaku selalu berinovasi dari lampu-lampu gantung yang telah selesai ia buat.

Ia mulai menggeluti pembuatan lampu gantung dari botol plastik itu sejak Oktober tahun lalu. Sebelumnya, ia adalah perajin meubel dan ukir. Selain itu, banyak botol bekas menumpuk di rumahnya. ”Awalnya iseng. Dari pada tak terpakai,” imbuhnya.

Pemasaran lampu gantung itu saat ini masih skala lokal. Harganya bervariasi. Paling murah seharga Rp 100 ribu hingga yang paling mahal seharga Rp 1 juta. ”Untuk omzetnya sih mencukupi. Tapi sementara belum ada target berapanya,” tuturnya sambil tersenyum. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya