alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Jaminan Kematian Pekerja Migran Jepara

06 Maret 2021, 10: 59: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Jaminan Kematian Pekerja Migran Jepara

KUDUS - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus, Jawa Tengah, menyerahkan santunan Jaminan Kematian kepada pekerja migran Indonesia asal Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Pekerja migran tersebut meninggal dunia di tempatnya bekerja, di Srilanka.

Santunan senilai Rp 86,8 juta diserahkan kepada ahli waris, yakni istri almarhum, Rini Asih yang didampingi keluarga.

Penyerahan dilakukan oleh Kepala BPJAMSOSTEK Kudus Multanti dan dampingi oleh Kepala KCP Jepara Mulyadi. "Sudah kami serahkan secara simbolis kemanfaatan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja migran atas nama almarhum Muhammad Rajab kepada ahli warisnya” ujar Multanti di sela-sela penyerahan santunan.

Baca juga: BKD Blora Ajukan 1.029 Formasi PPPK dan CPNS, Ini Rinciannya

Multanti menjelaskan, dalam kasus tersebut BPJAMSOSTEK hadir untuk memberi kepastian manfaat yang diperoleh pekerja migran dan ahli warisnya. Semasa hidupnya, pekerja migran tersebut bekerja sebagai carpenter atau tukang kayu di Srilanka. Penyebab meninggalnya dikarenakan serangan jantung.

Bagi calon pekerja migran Indonesia jika menjadi peserta dari BPJAMSOSTEK , mereka akan mendapatkan beberapa manfaat perlindungan. Antara lain perlindungan atas resiko-resiko kecelakaan kerja dan kematian yang terjadi dari mulai menjalani persiapan atau pelatihan. Perlindungan tersebut berlaku selama di negara penempatan kerja hingga kembali ke Indonesia setelah masa kerja berakhir.

Seperti yang didapatkan oleh ahli waris dari almarhum Muhammad Rajab. Manfaat santunan yang diterima Rini Asih sebagai ahliwarisnya adalah santunan kematian senilai Rp 85 juta dan beasiswa pendidikan untuk anak Rp 1,8 juta. Total keseluruhan Rp 86,8 juta.

BPJAMSOSTEK memberi manfaat kepada Pekerja Migran Indonesia berupa tiga program. Pertama, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), kemudian Jaminan Kematian (JKM) yang bersifat wajib, dan yang terakhir Jaminan Hari Tua (JHT) yang bersifat sukarela.

Multanti juga berharap, dengan adanya santunan kematian dari BPJAMSOSTEK, dapat meringankan perekonomian keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, ahli waris Rini Asih juga menyampaikan unkapan mengucapkan terima kasih kepada BPJAMSOSTEK. Ia mengungkapkan harapannya, semoga santunan yang diberikan dapat berguna untuk biaya keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, Menurut data, hingga 28 Februari 2021, kepesertaan Tenaga Kerja Migran yang terdaftar sebagai peserta di BPJAMSOSTEK Kudus adalah 4.044 tenaga kerja. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya