alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Dua Tanggul Bocor dan Kritis.

04 Maret 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

KRITIS: Kondisi tanggul Kesambi, Mejobo, kritis, sebab terjadi sleding dan kebocoran. Untuk itu perlu segera ditangani.

KRITIS: Kondisi tanggul Kesambi, Mejobo, kritis, sebab terjadi sleding dan kebocoran. Untuk itu perlu segera ditangani. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS-, Radar Kudus – Tanggul di Desa Kesambi dan Undaan dalam kondisi kritis. Kondisi ini terjadi karena mengalami sleding dan kebocoran. Untuk itu, Pemkab Kudus tengah mengusung program pemulihan pascabanjir. Sekaligus laporan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar penanganan tanggul bisa maksimal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Budi Waluyo menyatakan, pihaknya telah mendapatakan sejumlah laporan kondisi pascabanjir. Dari laporan tersebut terdapat kebocoran tanggul.

Budi menyebutkan, lokasi tanggul kritis ini berada di sepanjang wilayah Kecamatan Undaan. Salah satunya berada di Desa Undaan Lor. “Tanggul di sana sempat sleding yang diakibatakan limpasan sungai,” katanya.

Baca juga: Jepara Tambah 1.000 Vial Dosis Sinovac

Selain itu, laporan didapatkan di wilayah Desa Kesambi. Tanggul di sana mengalami kebocoran. Lantaran pascaintensitas hujan yang terjadi belakangan lalu. Budi menyebutkan, kebocoran tersebut titiknya merata. Dari jembatan I hingga XIII.

”Ada ratusan yang bocor di sana, dampak banjir juga terjadi tumpukkan sampah di Sungai Piji,” terangnya.

Untuk langkah lebih lanjut, pihaknya mengusulkan perbaikan dan peninggian tanggul  kepada BBWS Pemali Juana. Nanti pihak desa bisa memperbaiki swadaya.

”Kalau dilakukan swadaya akan mengalami keterbatasan anggaran, karena delapan persen dana desa diigunakan untuk penanganan covid. Desa juga menganggarkan untuk BLT DD hingga 12 bulan,” tambahnya.

Tindakan penguatan tanggul ini diharapkan ada tindakan lebih lanjut dari BBWS Pemali Juana. Mengingat optimalisasi penguatan tanggul sangat efektif ketika musim kemarau.

Plt Bupati Kudus Hartopo menyatakan, Pemkab telah merapatkan usulan relokasi anggaran untuk penanganan pascabanjir. Salah satunya untuk penguatan tanggul yang ada di Kabupaten Kudus.

”Ini baru koordinasi dengan Bappeda dan BPKAD, sisa anggaran dari Logung sekian miliar bisa untuk penanganan atau tidak,” terangnnya.

Upaya penanganan pascabanjir dari Pemkab berusaha menangani genangan di lahan pertanian milik warga. Salah satunya dengan penyedotan air. Selain itu, kata Hartopo, telah mendistribusikan bantuan bibit dan Bansos kepada warga terdampak banjir. (gal/mal)  

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP