alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Adanya Penataan Kota Pusaka, Pedagang Alun-Alun Lasem Direlokasi April

01 Maret 2021, 16: 56: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

LENGGANG: Beberapa warung di alun-alun Lasem masih tutup kemarin sore.

LENGGANG: Beberapa warung di alun-alun Lasem masih tutup kemarin sore. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Penataan fisik Kota Pusaka Lasem baru dimulai pertengahan tahun. Sementara, untuk proses lelang akan dilaksanakan Maret, dan pedagang direlokasi sekitar April.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz setelah dilantik kemarin (27/2). Tahun ini, salah satu proyek prioritas yang akan menjadi gawe di Rembang adalah penataan Kota Pusaka Lasem.

Seperti yang diketahui, penataan ini mencakup bebe rapa wilayah. Seperti area Masjid Jami Lasem, alun-alun, Pecinan, Bonang, hingga kampung batik. Rencanan pekerjaan itu akan dilaksanakan bertahap.

Baca juga: Penuh, Ruang Kejiwaan di RSUD Grobogan Tak Terima Pasien

Karena sudah menjadi proyek prioritas, kata Hafidz, tahun ini akan dimulai eksekusi pekerjaan fisik. Dalam proses, saat ini Detail Enginering Detail (DED) sudah rampung. Bulan ini, pekerjaan yang anggarannya bersumber dari pemerintah pusat ini akan masuk proses lelang.

Tahapan pembangunan tahun ini dianggarkan Rp 48 miliar. Tugas daerah menyiapkan tempat relokasi untuk pedagang yang berada di Alun-alun Lasem. Relokasinya di Desa Karangturi.

Di wilayah alun-alun Lasem sendiri dipakai untuk berdagang. Ada kios-kios yang berjualan sandangan dan kuliner. Setelah proses lelang nanti, sekitar Bulan April atau Mei para pedagang akan mulai direlokasi. Pemerintah kabupaten (pemkab) Rembang sudah menyiapkan tempat relokasi.

“Jadi April atau Mei nanti akan relokasi,” katanya. Apabila berjalan sesuai rencana, lanjut Hafidz, sekitar bulan Juli nanti sudah dimulai pembangunan fisik Kota pusaka di Lasem.

Gambaran penataan sendiri ada konsep pasar kreatif dengan tiga lantai. Pertama untuk basement. Lantai satu dan dua dibangun untuk kios. Sementara untuk lantai tiga digunakan untuk semacam galeri.

“Salah satu prioritas yang sudah di depan mata tahun ini adalah kami akan mulai mengeksekusi kegiatan di Lasem. Yang akan dijadikan kota pusaka. Sesuai rencana nanti bulan Juli sudah dimulai pembangunan kota pusaka,” katanya.

(ks/ali/vah/top/JPR)

 TOP