alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Enam IPAL di TPA Ngembak Ngambek

23 Februari 2021, 16: 15: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

Enam IPAL di TPA Ngembak Ngambek

GROBOGAN – Enam IPAL di TPA Ngembak, Purwodadi lagi ngambek. Akibatnya fungsinya tak berjalan optimal. Buktinya, air yang keluar berwarna cokelat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Nugroho Agus Prastowo melalui Kasi Penanganan Sampah Noer Rochman mengatakan, enam IPAL yang didirikan tiga tahun lalu memang belum berfungsi dengan baik. Lantaran lindi yang keluar dari kolam berwarna cokelat.

”Enam kolam itu memiliki fungsi berbeda-beda. Mulai dari kolam fakultatif yang berfungsi menguraikan bahan organik secara aerob dan anaerob. Kolam maturasi untuk penyempurnaan kualitas air, bar screen untuk menyaring sampah dengan ukuran besar,” jelasnya.

TAK OPTIMAL: IPAL di TPA Ngembak Kecamatan Purwodadi yang berwarna cokelat.

TAK OPTIMAL: IPAL di TPA Ngembak Kecamatan Purwodadi yang berwarna cokelat. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Namun, enam kolam itu tak berfungi dengan baik. Sebab seharusnya IPAL berfungsi untuk mengurangi tingkatan pencemaran pada sungai. Namun, kenyataannya air masih berwarna cokelat dan mencemari persawahan warga saat musim hujan,” jelasnya.

Hal ini disebabkan kurangnya perawatan di dalam operasional IPL Tersebut. Lantaran tidak ada penambahan mikroorganisme dan aerator (penambahan udara). Sehingga kadar biologycal oxygen demand (BOD) dan chemical oxygen demand (COD) tinggi.

”Penambahan oksigen ini bersifat wajib. Kami sempat ingin mengusulkan anaerobik untuk sedimentasi dan penguraian bahan organik, namun anggaran yang dibutuhkan memang cukup besar. Satu kolam membutuhkan dana Rp 150 juta. Sedangkan kami memiliki enam kolam,” katanya.

Maka, pihaknya akan mengusulkan jet aerator yang fungsinya menyuplai udara/oksigen dengan jumlah tertentu untuk memenuhi kebutuhan bakteri aerop dalam proses penguraian bahan organik yang lebih baik.

”Volume kolam itu 30 ribu meter kubik, dengan kedalaman 4 meter lebar, 30 liter per jam. Kami terus berupaya agar IPAL bisa berjalan optimal sehingga air yang keluar jernih,” paparnya. 

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP