alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Katanya Ditambal, Kenapa Jalan Pantura Kudus-Pati Kok Masih Berlubang?

23 Februari 2021, 14: 25: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

HATI-HATI BANYAK LUBANG LUR: Tambal sulam yang dilakukan di sepanjang Jalur Pantura Kudus-Pati rupanya tak tuntas. Sebab disepanjang jalan maish banyak lubang. Salah satunya di Perempatan Ngembalrejo Kudus.   

HATI-HATI BANYAK LUBANG LUR: Tambal sulam yang dilakukan di sepanjang Jalur Pantura Kudus-Pati rupanya tak tuntas. Sebab disepanjang jalan maish banyak lubang. Salah satunya di Perempatan Ngembalrejo Kudus.   (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Jalan Pantura Kudus-Pati sudah diperbaiki. Namun tak tuntas. Buktinya di sepanjang jalan Ngembalrejo, Bae masih banyak lubang.

Pantauan di lapangan, kedalaman lubang bervariasi. Ada yang 10-30 cm.

Tak hanya di situ, lubang semakin banyak setelah pom bensin Karawang, Jekulo. Juga di KM 12-13 setelah PT Pura Group, hingga perbatasan Kudus-Pati. Dalam jarak 1 KM saja. Jumlah ada 27 lubang.

Di beberapa titik, memang terlihat ada bekas pengaspalan. Namun beberapa lubang tetap tak tertambal.

Wahyu warga RT 2 RW VIII, Desa Terban, Jekulo melihat jika seminggu belakangan, terjadi proses penambalan. Menurutnya, beberapa titik lubang memang ditambal. ”Tetapi beberapa masih menganga,” ungkapnya.

Lubang-lubang yang menganga itu mayoritas berada di bagian pinggir jalan. Sementara di bagian tengah, tinggal tersisa lubang-lubang yang relatif lebih kecil. Akan tetapi jumlahnya cukup banyak.

Akibatnya, kendaraan yang melintas tampak memperlambat laju. Untuk menghindari lubang-lubang. Tak jarang pula terjadi antrean kendaraan.

Wahyu menuturkan jika beberapa kali terjadi kecelakaan. Terutama saat malam hari. ”Mungkin lubang-lubang itu tidak terlihat, karena beberapa lampu penerangan juga padam,” tambahnya.

Koordinator Lapangan Pejabat Pembuat Komitmen 1.4 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jawa Tengah Harjanto mengatakan rutin melakukan perawatan. “Sudah ada penambalan. Cuma memang belum kelar,” jelasnya.

Bersama lima tim yang dibentuk, dia menyisir dan mengecek jalan yang rusak. Sebelum akhirnya ditambal. Penyisiran bahkan dilakukan dari Kudus hingga perbatasan Jawa Timur.

Pihaknya mengakui beberapa lubang belum tertambal. Bahkan, sebagian yang telah tertambal kembali mengelupas karena hujan. Terlebih beberapa waktu lalu sebagian Jalan Pantura Kudus-Pati kebanjiran. Sehingga menyisakan lubang yang banyak.

Harjanto mengatakan sampai kini masih terus menambal. Dalam perbaikan ada 6-8 pekerja. Dalam sehari mereka ditarget menghabiskan 10 ton aspal. (tos)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP