alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Dua Pelajar MAN 1 Kudus Raih Medali Emas ISPO

Racik Formula Biar Lava Ikan Bandeng “Kuat”

23 Februari 2021, 12: 04: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

BERPRESTASI: Fidia Aulia Nafis dan Nadya Insyafana Rahma menampilkan riset biologi berjudul Ambon (Antimicrobial Agents By Ozone and Silver Nanoparticles) yang berlangsung secara virtual pada 20-21 Februari 2021.

BERPRESTASI: Fidia Aulia Nafis dan Nadya Insyafana Rahma menampilkan riset biologi berjudul Ambon (Antimicrobial Agents By Ozone and Silver Nanoparticles) yang berlangsung secara virtual pada 20-21 Februari 2021. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

Dua pelajar MAN 1 Kudus meraih medali emas ajang kompetisi karya ilmiah Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2021. Raihan ini setelah keduanya meracik formula agar lava ikan bandeng bertahan hidup.

INDAH SUSANTI, Radar Kudus

NAMANYA Fidia Aulia Nafis dan Nadya Insyafana Rahma. Selama 1,5 bulan keduanya bolak balik ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPABP). Tujuannya untuk meracik formula lava ikan bandeng.

Untuk mempraktikkannya, keduanya menyiapkan ember bundar berisi air dan diberi garis takar, ada alat ozone sterilizer, gelas takar, mikro pipet, dan ramuan Nano Silver yang sudah disiapkan dalam botol kecil. “Ukuran kosentrasinya 0,005 ppm,” Fidia.

Setelah segala macam alat siap, Fidia memperlihatkan cara penggunaan ramuan dari Nano Silver. Dia mengambil mikro pipet dan membuat botol kecil yang menggunakan tutup dari alumunium foil.

Kemudian, Fidia mengambil 0,7 mililiter takaran yang tertera dalam mikropipet. Lalu, diteteskan ke dalam ember bundar berwarna abu-abu. Sebelumnya, alat ozone sterilizer dimasukkan dalam air, kemudian dihidupkan dan timbul buih-buih.

”Anggap saja ada lava bandeng. Nah, kalau sudah menggelembung, Nano Silver dimasukkan. Setelah tercampur rata, lava bandeng dimasukkan,” terangnya.

Riset itu berjudul Ambon (Antimicrobial Agents by Ozone and Silver Nanoparticles). Riset itu kemudian berhasil memenangkan medali emas pada 20-21 Februari 2021.

Nadya mengatakan, awal riset ini dipilih. Hasil mencari refrensi dari berbagai jurnal internasional. Ketemu jurnal yang meneliti antibiotik pada zebrafish menggunakan Nano Silver dengan kosentrasi satu persen.

”Kami coba aplikasikan pada ikan yang hidupnya di air tawar. Memilih bandeng karena familiar dan banyak peminatnya,” jelasnya.

Kemudian, keduanya berkonsultasi dengan guru pembimbing Nurul Khotimah. Lalu mendatangi BBPABP untuk menggali informasi lebih dalam. Dari hasil riset ini, rupanya untuk mengembangbiakkan telur hingga siap pindah ke tambak sulit.

”Data yang kami dapat, kekuatan hidup dari telur, lava, dan ikan bandeng yang siap dipindah ke tambak hanya 30 persen. Biasanya menggunakan probiotik. Tapi, menimbulkan dampak pencemaran lingkungan air tanah yang ada di sekitarnya,” ungkapnya.

Nadya mengatakan, Nano Silver dibelinya dari Undip.

Untuk mendapatkan hasil yang memeaskan, keduanya melakukan empat kali uji coba. Sempat trayel and error.

Uji pertama komposisi Nano Silver 0,5 ppm dengan air 15 liter. Hasilnya zonk. Artinya mempercepat kematian.

Uji kedua komposisi satu persen dengan air 15 liter juga zonk. Alias mati. Uji ketiga 0,5 ppm, tetapi volume air ditambah, menggunakan bak yang diisi setengah ton liter air. Hasilnya sama saja, lava cepat mati.

Kemudian uji yang keempat menggunakan kosentrasi 0,005 ppm dengan air 15 liter, kali ini membuahkan hasil. Lava bisa bertahan lama sampai usia 20 hari dan siap dipindahkan ke tambak.

Dia sengaja meneliti efektivitas antimikroba antara ozonisasi dan nanosilver terhadap peningkatan kualitas budidaya larva ikan bandeng. Tujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan bandeng melalui pengamatan media pemeliharaan.

Nurul Khotimah mengatakan, mencari komposisi yang tepat harus dilakukan beberapa kali uji coba. Akhirnya, temukan komposisi yang ideal dalam pencampuran antara Nano Silver dengan air yang dibutuhkan. Yakni perbandingannya 0,05 nanosilver dengan 15 liter air baru bisa membuahkan hasil.

Berkat riset tersebut, Fidia dan Nadya juga direkomendasikan menjadi peserta ajang riset Internasional Mostratec di Brazil. Nurul Khotimah menambahkan daftar siswa yang dikirim di ajang riset internasional.

Selain Fidia dan Nadya sebagai peraih medali emas ISPO 2021 yang akan mewakili Indonesia dalam ajang riset internasional "Monstratec" di Brazil, juara ISPO 2020 bidang inovasi dari MAN 1 Kudus kembali direkomendasikan ke Genius Olympiad di New York, Amerika.

Sebelumnya, tim MAN 1 Kudus pemenang ISPO 2020 tertunda untuk mengikuti olimpiade riset internasional karena pandemi Covid-19. Tim tersebut meneliti tentang Beras Analog dari Biji Lamun (Enhalus Acoroides), latoh (Caulerpa sp) dan mocaf kaya antioksidan sebagai sumber makanan pokok sehat masa kini. (*/mal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP