alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

55 Ton BBN Siap Digunakan PLN TJB untuk Co-Firing Produksi Listrik

23 Februari 2021, 10: 49: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

INOVASI BARU: 55 ton BBN akan digunakan PT PLN (Persero) UIK Tanjung Jati B, Tubanan, Kembang, Jepara, untuk co-firing produksi listrik.

INOVASI BARU: 55 ton BBN akan digunakan PT PLN (Persero) UIK Tanjung Jati B, Tubanan, Kembang, Jepara, untuk co-firing produksi listrik. (PLN TJB KIT FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Sebanyak 55 ton batu bara nabati (BBN) siap digunakan PT PLN (Persero) UIK Tanjung Jati B, Tubanan, Kembang, Jepara, untuk co-firing produksi listrik. Tahun ini dipastikan BBN yang terbuat dari sampah bio massa dan limbah kayu legal itu menjadi bahan campuran batu bara saat proses pembakaran.

General Manager PLN TJB Rahmat Azwin melalui Asisten Manager Komunikasi Grahita Muhammad menjelaskan setiap 55 ton BBN mampu menghasilkan 100 Mega Watt. Jadi tidak semua bahan baku pembangkit listrik dari batu bara. Melainkan ada campuran BBN. Inovasi itu untuk mendukung pengembangan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. ”Memanfaatkannya jadi substitusi atau campuran batu bara,” imbuhnya.

Sebelum siap diterapkan pada pembangkit listrik, BBN ini sudah melalui berbagai tahapan. Mulai dari diluncurkannya Tanjung Jati B Organic Solution (TJOS) yakni inovasi BBN 3 September 2020. Dilanjutkan uji coba di PLTU Ropa, Flores pada 14-15 September 2020. Dan tahun ini setelah diproduksi dalam bentuk pelet, siap untuk digunakan.

Proses menjadi pelet BBN diawali dari sampah atau limbah serbuk gergaji kayu yang sudah disiram bioaktivator dalam waktu tiga hingga lima hari menyusut menjadi 50 persen. Sampah yang sudah menyusut itu menjadi material energi. Selanjutnya sampah dimasukkan ke dalam mesin pencacah. Setelah halus dicetak dalam bentuk pelet.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP