alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Pembunuh Dalang Anom Subekti Mendekam di Rutan 60 Hari

22 Februari 2021, 16: 33: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

Tersangka Pembunuh Dalang Anom Subekti Mendekam di Rutan 60 Hari

REMBANG - Sumani, tersangka kasus pembunuhan di Desa Turusgede, Rembang akan menjalani pemeriksaan sekitar 60 hari ke depan. Fakta baru menunjukkan aksinya dikarenakan motif sakit hati.

Sebelumnya Sumani sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Soetrasno, Rembang. Sebab,dia melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak pestisida. Setelah menjadi pasien beberapa hari, pria berusia sekitar 43 tahun itu pun dinyatakan sehat.

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Sugito menjelaskan, tersangka sudah menjalani pemeriksaan psikiater, juga dokter rumah sakit. Sejak selasa (16/2) dia sudah keluar dari RSUD. Selanjutnya, saat Sumani mendekam di rumah tahanan (rutan) Polres Rembang.”Sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengantongi keterangan-keterangan dari si tersangka. Seperti aksi pembunuhannya kepada korban yang sudah direncanakan dari awal. AKP Bambang sudah mengumpulkan alat-alat bukti atas tindakan itu.

Beberapa waktu lalu, berdasarkan pengakuan Sumani yang disampaikan kuasa hukumnya, aksi yang menewaskan korban empat orang didasari motif ingin memiliki harta korban. Si Sumani malam itu beramu di kediaman Anom Subekti. Bekti pamit duluan untuk istirahat tidur. Namun, si tersangka tidak langsung pulang. Ia beristirahat di rumah korban sampai tertidur. Setelah bangun, terlintas pengakuan khilaf ingin memiliki harta benda.

Sumani menghabisi korbannya menggunakan kayu balok. Beratnya sekitar tiga sampai lima kilogram. Pengakuan tersangka, kuasa hukum menjelaskan, dengan membawa balok tersebut Sumani masuk ke kamar Anom Subekti. Yang saat itu juga ada anak dan cucunya.

Ketika hendak masuk, si anak terbangun dan berteriak maling. Spontan ia pun menghabisi dulu korban Anom Subekti. Baru setelah itu anak dan yang terakhir cucu. Setelah ketiganya dipastikan meninggal, Istri Anom Subekti, Tri Purwati terbangun. Dan langsung dipukul oleh tersangka.

Barang bukti balok kayu itu sudah dibuang di area jembatan sungai Ngadem. Polisi masih melakukan pencarian. Hasil pemeriksaan terbaru menunjukkan motif pembunuhan itu didasari sakit hati. AKP Bambang belum bisa menyampaikan penyebabnya. “Nanti kami kontruksikan setelah riksa tuntas,” katanya.

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP