alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Lima Desa di Blora Terdampak Genangan Bendung Gerak Karangnongko

22 Februari 2021, 14: 31: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK LOKASI: Bupati terpilih Areif Rohman bersama Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat meninjau lokasi Bendung Gerak Karangnongko belum lama ini.

CEK LOKASI: Bupati terpilih Areif Rohman bersama Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat meninjau lokasi Bendung Gerak Karangnongko belum lama ini. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Lima Desa di Kecamatan Kradenan bakal terdampak genangan pembangunan bendung Gerak Karangnongko. Mulai dari Desa Ngrawoh, Nginggil, Nglebak, Megeri dan Mendenrejo. Ratusan warga dilokasi tersebut akan terdampak relokasi proyek nasional ini.

Diketahui, proyek ini telah ditetapkan menjadi proyek strategis nasional. Tercantum dalam Perpres nomor 79 Tahun 2019. Pekerjaan akan dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Desaind sudah jadi. Tinggal proses pembebasan lahan warga.

Proyek nasional ini, akan membendung sungai Bengawan Solo. Memisahkan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Blora dengan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Ada sembilan pintu air. Mengaliri lahan seluas 1.747 hektare untuk Blora dan 5.203 hektare untuk Kabupaten Bojonegoro.

Selain itu, bisa memenuhi kebutuhan air baku PDAM sekitar 2,15 juta meter kubik. Atau 100 liter per detik. Bendung Gerak Karangnongko ini juga akan menimbulkan wilayah genangan di Lima desa. Mulai Desa Ngrawoh, Nginggil, Nglebak, Megeri dan Mendenrejo. Sehingga akan dilakukan beberapa tahapan relokasi.

Kabid Bidang KPI SDA Ali Rahmad mengaku saat ini desain Bendung Gerak Karangnongko sudah jadi. Untuk anggaran mencapai Rp 2,5 triliun. “Besok (Hari ini, red) ada pertemuan antara Bupati Blora dan Bupati Bojonegoro soal Bendung Gerak Karang Nongko. Ini tindak lanjut proses pembangunan Gedung Gerak Karangnongko. Salah satunya soal pembebasan lahan,” ucapnya.

Dia menambahkan, Bendung Gerak Karangnongko nantinya akan dibangun dengan tipe concrete gravity. Dengan daerah tangkapan seluas 10,03 KM2. Serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha.

Plt Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah(Bappeda) Blora Free Bayu Alamanda melalui Kepala Bidang Fisika dan Prasarana Pujiariyanto mengungkapkan, Bendung Gerak Karangnongko sendiri terletak di Sungai Bengawan Solo, kurang lebih 30 KM di utara Kota Ngawi. Sisi kanan bendung terletak di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sementara sisi kiri bendung ada di Desa Ngelo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Saat ini study larap telah selesai dilakukan tahun 2020 silam. Bendung Gerak Karangnongko sendiri ditarget 2024 selesai. Sehingga pembebasan tanah 2022 harus diselesaikan. “Bendung Gerak ini dibangun untuk pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air Sungai Bengawan Solo yang sangat melimpah ketika musim hujan. Dimana nantinya bisa dimanfaatkan untuk pasokan air irigasi dan kebutuhan air baku wilayah DAS Bengawan Solo yang hilirnya cukup luas,” jelasnya.

Keberadaan Bendung Gerak Karangnongko diharapkan, nantinya bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat dan menggeliatkan sektor pariwisata. Apalagi saat ini sudah ada jembatan Medalem (Kradenan) dengan Desa Luwihaji (Ngraho).

Belum lama ini, Bupati terpilih Areif Rohman bersama Bupati Bojonegoro Anna Muawanah juga menyempatkan diri berkunjung ke lokasi yang bakal dimanfaatkan untuk Bendung Gerak Karangnongko. Keduanya blusukan ke perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro (Jatim) dengan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora (Jateng) untuk meninjau rencana pembangunan kawasan dua Kabupaten yang dipisahkan Sungai Bengawan Solo tersebut.

Arief Rohman mengaku, bersama Bojonegoro, pihaknya sudah lama punya mimpi untuk membangun waduk dengan membendung Sungai Bengawan Solo. Agar wilayah Blora Selatan dan Bojonegoro nantinya bisa lebih sejahtera dan tidak kesulitan air.

(ks/ali/sub/top/JPR)

 TOP