alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Darurat, Jalan Berlubang di Jepara Ditutup Karung Tanah dan Pelat Baja

22 Februari 2021, 11: 41: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

AWAS: Warga memasukkan ban bekas dan karung di lubang ruas jalan provinsi Jepara-Pati tepatnya di Desa Sekuro, Mlonggo.

AWAS: Warga memasukkan ban bekas dan karung di lubang ruas jalan provinsi Jepara-Pati tepatnya di Desa Sekuro, Mlonggo. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/ RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA — Ruas jalan provinsi Jepara-Bangsri darurat lubang. Terdapat sekitar 237 lubang menganga di sepanjang ruas Jepara hingga Bangsri. Jumlah lubang itu meningkat dari bulan lalu. Terhitung bulan lalu sekitar 175 lubang menganga di ruas Jepara-Bangsri.

Sekitar 237 lubang di ruas Jepara hingga Bangsri terhitung dari Perempatan Kedungcino hingga depan Koramil Bangsri. Lubang jalan tersebut berdiameter sekitar 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter. Kedalamannya dari tujuh sentimeter hingga 10 sentimeter.

Tak jarang, lubang jalan tersebut masih memiliki lubang di dalamnya. Sehingga hal tersebut membahayakan pengendara. Apalagi saat hujan turun, lubang-lubang tersebut terutup oleh genangan air. Sehingga tak terlihat oleh pengendara.

Bulan lalu (25/1), wartawan koran ini menghitung jumlah lubang di ruas yang sama. Ruas jalan provinsi dari perempatan Kedungcino, Jepara hingga depan Koramil Bangsri. Saat itu jumlah lubangnya sekitar 175.

Guna memberi tanda jalan berlubang, beberapa titik ditimbun menggunakan karung putih berisi tanah atau pasir. Terdapat empat karung sepanjang ruas jalan provinsi di Mlonggo. selain jalan berlubang, karena salah satu titik di tanjakan ruas Bangsri jalannya amblas. Hampir separo jalan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Hartaya mengaku, saat musim penghujan kerusakan jalan tidak hanya dialami ruas jalan provinsi. ”Tapi juga di ruas jalan nasional dan kabupaten,” ujarnya.

Namun terkait kerusakan jalan provinsi di Jepara, pihaknya terus berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum provinsi maupun pusat. ”Saat musim hujan seperti sekarang, yang bisa dilakukan hanya berupa tambal sulam. Tapi kadang aspal itu mengelupas lagi,” ungkap Hartaya.

Ia mengaku memasang beberapa pelat baja untuk menambal ruas yang bukan wewenang kabupaten. Selain itu, supaya pengendara lebih hati-hati pihaknya memasang beberapa spanduk peringatan. (rom)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP