alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

DKPP Jepara Jadikan Desa Watuaji sebagai Klaster Alpukat Unggulan

22 Februari 2021, 11: 12: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

PENGECEKAN: DKPP Jepara mengobservasi pohon alpukat Sartam di Watuaji, Keling beberapa waktu lalu.   

PENGECEKAN: DKPP Jepara mengobservasi pohon alpukat Sartam di Watuaji, Keling beberapa waktu lalu.   (ZUMIARSIH FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA — Kiprah alpukat Watuaji yang pernah juara pada Festival Buah Jateng 2018 membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara kepincut. DKPP berencana menjadikan Desa Watuaji, Kecamatan Keling sebagai klaster alpukat unggulan.

Di Desa Watuaji, Keling terdapat sebuah alpukat unggul bernama alpukat Sartam. Dinamai begitu, karena sang pemilik bernama Sartam.

Rata-rata alpukat Sartam bisa mencapai delapanons. Berbeda dengan alpukat umumnya, alpukat Sartam bentuknya hampir bulat. Meski tidak bulat sempurna. Alpukat tersebut dikembangkan oleh Sartam. Pria asal Desa Watuaji, Keling.

”Alpukat tersebut dikembangkan dengan cara grafting. Disambung pucuknya,” ujar Kasi Produksi dan Usaha Holtikultura DKPP Jepara Zumiarsih.

Dia mengatakan alpukat Sartam disebut unggulan lantaran pernah juara pertama Festival Buah Jateng 2018 kategori buah alpukat. Buah tersebut saat ini telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia (PPVTPP Kementan RI) di tahun 2018. ”Artinya, alpukat Sartam ini sudah menjadi milik Jepara,” ungkapnya.

Selain itu, Zumiarsih mengaku saat ini tengah memulai proses verifikasi perizinan peredaran alpukat Sartam. Proses tersebut bekerja sama dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Tengah.

”Alpukat Sartam sudah terdaftar di PPVTPP dan sudah ada surat terdaftarnya. Saat ini sedang kita daftarkan agar alpukat Sartam memiliki label,” kata Zumiarsih.

Berdasarkan penuturan Zumiarsih, Sartam selaku pemilik alpukat telah menjual sekitar 3.000 batang bibit alpukat ke petani di Watuaji dan sekitarnya. Selain itu, ia mengaku DKPP Jepara berupaya membantu melestarikan varietas alpukat unggul asal Watuaji dengan mengadakan sekolah lapang.

”Materinya ya dengan sambung pucuk itu. Dari sekolah itu, petani juga langsung diminta mempraktikannnya. Jadi sekolah sembari praktik,” ujarnya.

Sejauh ini pemasaran alpukat Sartam asal Watuaji para tengkulak asal Pati dan Kudus datang langsung ke para petani di Watuaji. Zumiarsih mengatakan ke depannya Desa Watuaji dibentuk menjadi klaster alpukat unggul. ”Sehingga bisa menjadi desa agrowisata komoditas alpukat,” terangnya. (rom)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP