alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Masuk Zona Merah, PKL Simpang Tujuh Kudus Segera Direlokasi

22 Februari 2021, 10: 36: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

TAAT ATURAN: PKL Alun-alun Simpang Tujuh akan direlokasi demi keindahan Kudus.

TAAT ATURAN: PKL Alun-alun Simpang Tujuh akan direlokasi demi keindahan Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Dinas Perdagangan Kudus segera merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Selain itu, PKL di Jalan Pangeran Puger, Jalan Wahid Hasyim, dan Jalan Sunan Kudus juga turut direlokasi.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan, tujuannya supaya kawasan perkotaan terlihat rapi, bersih, dan indah. Karena, berdekatan dengan area Pendapa Kudus.

”Kawasan Alun-alun Simpang Tujuh sudah dimasukkan zona merah di dalam Perbup No. 11 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Ini tinggal disahkan. Semua isi dan konsep yang ada di dalamnya sudah disetujui semua,” jelasnya.

Aturan tersebut akan segera disosialisasikan. Selain alun-alun yang masuk zona merah, di depan Gedung Olahraga, Taman Krida Wisata, dan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman juga jadi zona merah PKL.

Paguyuban PKL Alun-alun Simpang Tujuh Margono mengatakan, mau tidak mau pedagang harus mematuhi kebijakan itu demi kebaikan bersama. Yang penting, masih diberi ruang untuk tetap berjualan.

”Ya mau gimana lagi, aturan sudah diputuskan. Kalau kami ngotot, protes ujung-ujungnya tetap dijalankan. Jadi, ya kami ikut saja. Ini juga demi penataan Kudus. Yang penting kami masih diperbolehkan berjualan,” ucapnya.

Margono mengatakan, jumlah PKL yang terdaftar di paguyuban PKL Alun-alun Simpang Tujuh ada 54 pedagang. Sementara, yang aktif berjualan berkisar 20 pedagang saja.

Dia juga mengaku, jualan es puter menurun sekitar 50 persen. Biasanya dapat sampai Rp 700 per hari, kini Rp 200 ribu per hari. Kalau musim hujan saja, penurunan hanya 20 persen, sejak pandemi ini jadi turun drastis.

”Jam buka juga semakin singkat. Pukul 20.00 kawasan alun-alun harus sudah bersih. Sedangkan kami mulai jualan pukul 16.00, itu belum kalau hujan seharian,” keluh Margono.

Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, pemindahan PKL alun-alun ke sejumlah jalan di n Kudus untuk menata kota.

”Relokasi masih sekitar kota. Tidak usah khawatir,” jelasnya. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP