alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Haul ke-15 KH. Nursalim: Khataman Mulai Subuh, Dilanjut Ngaji Hikam

22 Februari 2021, 10: 35: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

KHUSYUK: Gus Baha dan Gus Umam serta keluarga besar Alm KH. Nursalim bersama santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran, Narukan, Kragan, Rembang, menggelar tahlil dalam rangka haul ke-15 KH. Nursalim.

KHUSYUK: Gus Baha dan Gus Umam serta keluarga besar Alm KH. Nursalim bersama santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran, Narukan, Kragan, Rembang, menggelar tahlil dalam rangka haul ke-15 KH. Nursalim. (ALI MAHMUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Haul ke-15 KH. Nursalim bapak dari KH Ahmad Baha’uddin Nursalim atau Gus Baha diikuti internal keluarga dan santri kemarin malam (20/2). Kegiatan khataman Alquran dimulai subuh dilanjutkan ngaji kitab Hikam.

Kegiatan haul dilaksanakan di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran, Narukan, Kragan, Rembang. Ponpes itu di bawah asuhan Gus Baha

Adik Gus Baha, Zaimul Umam atau Gus Umam menjelaskan ada rangkaian kegiatan mulai pagi sampai selepas Dhuhur.

FOTO KENANGAN: Dari kiri Nyai Hj Yuhanidz Nursalim, Gus Baha, KH. Nursalim, dan Gus umam dalam sebuah acara.

FOTO KENANGAN: Dari kiri Nyai Hj Yuhanidz Nursalim, Gus Baha, KH. Nursalim, dan Gus umam dalam sebuah acara. (GUS UMAM FOR RADAR KUDUS)

Namun acaranya tidak seperti tahun sebelumnya. Karena pandemi, acara digelar terbatas. Rangkaian dimulai khataman Alquran mulai setelah subuh sampai duhur. Setelah itu, diisi dengan ngaji kitab Hikam oleh Gus Baha sampai dengan pukul 17.00.

Malamnya, dilanjutkan tahlil bersama para santri. ”Dimulai setelah subuh. Kemudian dhuhur. Setelah dhuhur khataman sampai jam 17.00. Terus tahlilan untuk santri dan alumni,” katanya.

Jika hari-hari biasa, di pesantren Gus Baha memang punya rutinan ngaji Tafsir Jalalain dua pekan sekali. Karena pandemi, kegiatan itu diliburkan. ”Untuk memutus mata rantai Covid-19,” imbuhnya.

Pada acara haul kemarin, untuk menghormati orang tua, Gus Baha mengaji kitab Hikam. ”Itu pun untuk santri sama alumni. Karena yang berkaitan dengan ilmu tasawuf,” ujarnya.

KH Noersalim wafat sekitar 2005 lalu. Selain haul beliau, Sabtu (20/2) kemarin juga acara haul pertama bagi Ibu Gus Baha, Nyai Hj Yuhanidz Nursalim dan haul ke-3 K Abdul Rouf Nursalim.

Nyai Hj Yuhanidz Nursalim wafat sekitar April lalu pada usia 73 tahun. Jenazah dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Al Quran, Desa Narukan, Kragan, Rembang. Lokasinya di sekitar masjid. Bersebelahan dengan makam KH Nursalim. 

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP