alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Tangani ODGJ Pukul 02.00

22 Februari 2021, 10: 25: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

Yunia Anzayanti

Yunia Anzayanti (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

PENGUNGSIAN warga terdampak banjir masih riuh. Di Balai Desa Jati Wetan, Kudus, sudah ditata skat-skat dari papan untuk para pengungsi. Membentuk kotak ukurannya sekitar 3x4 meter. Ada juga yang langsung menggunakan alas yang digelar di lantai tanpa ada alat kotak papan tadi.

Sementara di teras balai desa beberapa warga dan relawan menyiapkan nasi bungkus. Selain kebutuhan logistik, di pengungsian juga ada petugas kesehatan yang berjaga. Salah satunya Yunia Anzayanti. Bidan, yang hampir menghabiskan hari-harinya di pengungsian ini.

Yunia sudah bertugas di pengungsian sekitar dua pekan lalu. Sebagai tenaga kesehatan, ia harus siap siaga ketika dibutuhkan. ”Sudah di sini (pengungsian, Red) hampir sepekan. Untuk tanggung jawab per wilayah bidan desa. Jadi saya on call 24 jam,” ujarnya.

Tak hanya dipengungsian, perempuan berusia 34 tahun itu juga harus bertugas di desa-desa.  Selama lima belas hari itu, kata dia,  dibantu dinas kesehatan. Setiap pagi aktivitasnya harus menyiapkan obat. Sebab, terkadang ada jadwal pengobatan gratis di desa-desa. Dan, ia pun harus berangkat menjalankan tugas tersebut.

Rampung kegiatan, perempuan berjilbab itu pun tak pulang ke rumah. Yunia kembali ke pengungsian. Sampai siang. ”Saya nyiapke obat lagi. Baru saya ke desa lagi,” ktanya.

Apabila ada on call dan evakuasi, maka ia akan dihubungi kemudian mengondisikan apakah bisa datang atau tidak. Jika tak bisa datang akan dibantu oleh U Garuda 119. 

Tentunya pasti ada cerita saat ia bertugas. Seperti mendapatkan panggilan ketika ada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sedang kumat beberapa waktu lalu. Saat itu sekitar pukul 02.00 dini hari. Sehingga ia harus segera tancap gas untuk menjalankan tugas.

”Tidak dipengungsian tapi (ODGJ yang kumat,Red),” ujarnya.

Keluhan pengungsi rata-rata masih didominasi penyakit gatal di kaki, batuk pilek, dan pegel linu. Sudah ada tiga orang yang dirujuk. Yakni bayi yang diare, anak usia dua tahun yang kondisinya lemas, dan ibu hamil yang hendak melahirkan.

Saat ini kondisinya sudah membaik. Bayi dan anak sudah dipulangkan dari rumah sakit. Sementara ibu hamil sudah melahirkan dengan lancar. Di pengungsian ini setiap shift setidaknya ada tiga petugas kesehatan yang berjaga.

Yunia sendiri biasa berjaga di pengungsian sampai sekitar pukul 17.00. kemudian malamnya berjaga lagi sampai pukul 22.00 hingga 00.00. Dan, paginya harus balik ke pengungsian lagi.

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP