alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Gas RME Belum Diminati Industri Lokal

20 Februari 2021, 15: 28: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

SALING DUKUNG: Direktur PT RME Zainul Arifin mendampingi Dandim 0720/Rembang Letkol Kav Donan Wahyu Sejati dalam kunjungan ke CNG Plant di Desa Jatihadi, Sumber.

SALING DUKUNG: Direktur PT RME Zainul Arifin mendampingi Dandim 0720/Rembang Letkol Kav Donan Wahyu Sejati dalam kunjungan ke CNG Plant di Desa Jatihadi, Sumber. (ZAINUL ARIFIN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Rembang Migas Energi (RME) berharap industri lokal di Kota Garam memanfaatkan hasil gas dari CNG Plant di Desa Jatihadi, Sumber. Sebab sejak berproduksi 20 Februari 2020 lalu, produksi gas sebagian besar dipesan pengusaha dari Pati, Kudus dan Semarang.

Direktur Rembang Migas Energi (RME) Zainul Arifin mengaku saat ini kapasitas produksi sudah mencapai 70 persen atau lebih dari 2 Million Standard Cubic Feet per Day (gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD). Sehingga potensi energi yang melimpah tersebut bisa dimanfaatkan industri lokal. “Saya selaku direktur BUMD berharap kalau bisa industri lokal pakai gas BUMD,” harapanya.

Menurutnya Kota Garam potensial. Dia mencontohkan seperti skala kecil ada pengolahan ikan. Ia berharap pengusaha perikanan dapat beralih dengan gas BUMD. Apalagi alat converter gas tidak mahal.

“Pasti akan menutup biaya kompensasi untuk mengganti solar ke gas. Di samping lebih efisien juga bersih. Makanya butuh peran serta bersama. Untuk sejumlah industri di kota garam beralih ke gas. Karena BUMD sudah produksi,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya BUMD migas masih belum bisa setor deviden untuk daerah. Namun begitu pada tahun ini perusahaan plat merah ini akan menjanjikan deviden untuk Pemkab Rembang sebesar Rp 2-3 miliar.

”Untuk bagi hasil BUMD tetap lancar. Itu satu hal yang kita syukuri. Terkait rencana setor deviden ada mekanisme. Tidak bisa serta ada duit langsung setor. Ada mekanisme dan aturan. Insha’Allah akhir tahun 2021,” ungkapnya Zainul pada Jawa Pos Radar Kudus.

Soal besaran deviden perdana di tahun ini. Akan disesuaikan dengan volume produksi dan bagi hasil yang diterima. Ini tergantung dari jumlah produksi gas. Kemudian harga gas, termasuk kurs valuta. Karena acuannya dollar.

“RME sudah bisa memperkirakan ancer-ancer (gambaran). Misalnya tahun ini total sekitar Rp 4 miliar. Dikurangi nutup setor modal pemda Rp 2 miliar. Sehingga masih sisa Rp 2 Miliar. Inilah yang 50 persen yang harus kita setor Pemda,” keterangannya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP