alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Paguyuban PKL Wadul ke Plt Bupati Kudus Soal Pembatasan Jam Jualan

20 Februari 2021, 14: 53: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

DIALOG: Plt Bupati Kudus Hartopo menerima perwakilan paguyuban PKL.

DIALOG: Plt Bupati Kudus Hartopo menerima perwakilan paguyuban PKL. (DISKOMINFO KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Perwakilan paguyuban pedagang kaki lima (PKL) menemui Plt Bupati Kudus Hartopo di Pringgitan, Pendapa Kudus. Mereka mengeluhkan pembatasan jam berjualan yang tak kunjung selesai.

PKL merasakan penurunan pendapatan drastis. Sehingga mempengaruhi keberlangsungan perekonomian hidupnya. Sejak adanya pandemi, mereka sangat merasakan imbasnya. Meski sempat mendapatkan bantuan berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp 300 ribu.

Koordinator PKL Balai Jagong Kudus Deny Sulistyo mengatakan, khusus PKL Balai Jagong sejak pandemi tutup total selama tiga bulan. Kemudian diperbolehkan berjualan. Tapi pukul 20.00 harus sudah tutup.

Kemudian pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang saat ini masih berjalan, mereka kembali dilarang berjualan. Padahal PKL di tempat lain ada yang diperbolehkan jualan.

”Untuk bantuan, juga masih banyak PKL yang belum dapat. Kami mulai berjualan dengan rasa tidak tenang. Kalau sudah pukul 20.00 diopyaki untuk bersih-bersih. Saat diperbolehkan buka hanya dapat Rp 46 ribu,” terangnya.

PKL lainnya seperti di kawasan Menara Kudus juga sepi pembeli sejak PPKM. Karena peziarah dibatasi. Pihaknya berharap pemerintah lebih aktif dalam membantu PKL yang terdampak pandemi.

Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kudus Margono mengatakan, hampir semua PKL mengalami penurunan omzet. Ada banyak PKL yang memilih untuk tidak berjualan.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Kudus Hatopo mengatakan, pemkab mengucurkan bantuan untuk pelaku usaha sebesar Rp 7 miliar pada 2020. Memang belum bisa terserap semua karena tenaga verifikasinya kurang.

Sementara untuk tahun ini belum jelas. Kalau anggarannya masih tersedia, pihaknya akan meneruskan bantuan tersebut. Dengan sistem kuota untuk masing-masing paguyuban.

”Jadi nanti masing-masing paguyuban, berapa orang yang paling terdampak. Itulah yang akan menerima bantuan supaya tepat sasaran,” tandasnya. 

(ks/san/lid/top/JPR)

 TOP