alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

SMAN 1 Wirosari Grobogan Menuju Sekolah Adiwiyata

20 Februari 2021, 14: 23: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

PENGHIJAUAN: Guru SMAN 1 Wirosari melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah belum lama ini.

PENGHIJAUAN: Guru SMAN 1 Wirosari melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah belum lama ini. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Lingkungan yang asri hingga membuat suasana nyaman bagi guru dan siswa, membuat SMAN 1 Wirosari mulai mempersiapkan program sekolah adiwiyata. Warga sekolah mulai serius membentuk kader adiwiyata kemarin.

Kepala SMAN 1 Wirosari Denny Rachmadi mengatakan, sekolah adiwiyata menjadi salah satu solusi dari pemerintah untuk mencegah dampak global warming. Hal tersebut karena di dalam sekolah adiwiyata siswa diajarkan bagaimana menghargai dan menjaga lingkungan agar tetap asri dan indah serta nyaman untuk pembelajaran para siswa.

”Maka program adiwiyata mulai diterapkan SMAN 1 Wirosari, meliputi bank sampah, pembuatan kompos, penanaman tumbuhan, bersih-bersih sekolah dan pengelolaan sampah. Kami mengajak para guru dan siswa untuk membiasakan dengan semua itu. Namun, ini masih pandemi sehingga baru bisa dilakukan secara bergilir oleh para guru,” jelasnya.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan sekolah adiwiyata ini, pihaknya membentuk kader adiwiyata yang berjumlah 100 orang. Kader yang terbentuk memulai program adiwiyata.

Program pertama adalah para siswa, guru, dan karyawan diperkenankan untuk membawa tanaman kemudia ditanam bersama-sama di sekolah. Tanaman yang dibawa merupakan tanaman hias.

”Selain itu juga membawa tanaman obat-obatan untuk ditanam bersama-sama di sekolah. Langkah selanjutnya membentuk program bank sampah dan melakukan kampanye mengenai bank sampah. Kampanye dilakukan untuk warga sekolah dan sekitar dengan cara menggunakan poster dan selebaran,” ungkapnya.

Kegiatan berikut yakni membuat pupuk kompos. Pupuk tersebut digunakan untuk penanaman tumbuhan. Pupuk kom pos dibuat memanfaatkan dedaunan yang ada di area sekolah kemudian diproses. Selain itu kegiatan Jumat bersih dengan meliputi bersih-bersih lingkungan area sekolah, perawatan tanaman dan pemilahan sampah di area sekolah.

”Kegiatan pembiasaan yang dilakukan di sekolah akan membuat siswa terbiasa dengan hal itu. Diharapkan akan menjadi kebiasaan ketika siswa berada di lingkungan mereka berada. Sekaligus juga akan berdampak pada warga sekitar,” ujarnya.

Harapanya, para siswa, guru, karyawan, dan warga sekitar akan menerapkan ajaran adiwiyata yang diberikan dari sekolah tentang cara menghargai dan menjaga lingkungan agar tetap asri dan tetap hijau. Lingkungan yang terselamatkan dari dampak global warming akan lebih banyak.

”SMAN 1 Wirosari mulai berbenah diri untuk menjadi sekolah adiwiyata dengan berstandar lingkungan, agar kegiatan pembelajaran menjadi nyaman dan tidak terganggu oleh dampak global warming,” harapnya. 

(ks/int/zen/top/JPR)

 TOP