alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Siswa SMP 1 Kudus Collab Bareng Siswa Thailand Selama Tiga Bulan

Saling Sharing Kekayaan dan Kearifan Lokal

20 Februari 2021, 14: 02: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

VIRTUAL: Siswi SMPN 1 Kudus mempresentasikan makanan khas Kudus kepada siswa Wattanothaipayap School Thailand.

VIRTUAL: Siswi SMPN 1 Kudus mempresentasikan makanan khas Kudus kepada siswa Wattanothaipayap School Thailand. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Siswa SMP 1 Kudus berkolabasi dengan siswa Wattanothaipayap School di Thailand. Mengusung kegiatan school project selama tiga bulan, sampai bulan Maret 2021 secara daring atau virtual.

Kesibukan siswa SMP 1 sejak Kamis (18/2), mempersiapkan untuk keperluan daring, mulai dari proyektor, laptop, jaringan, kamera dan lainnya.

Total ada 64 siswa yang mengikuti program tersebut. Semuanya berasal dari kelas IX. Kelas untuk program itu sepekan sekali. Sekali pertemuan virtual, ada enam siswa yang ikut. Sehingga dibuat sistem bergilir.

Mereka berbagi ilmu pengetahuan, mengenalkan kebudayaan, tradisi, kuliner, hingga destinasi wisata yang ada di Kota Kretek. Yasmin Aulia Putri, salah satu peserta mengatakan, dirinya presentasi tentang destinasi wisata di Kudus. Tentunya menggunakan bahasa Ingris.

Meski melalui daring, Yasmin merasa senang dan bangga bisa ikut berbagi ilmu pengetahuan dan mengenalkan Kudus kepada siswa Thailand.

”Lewat dunia maya saja ngobrolnya enak, apalagi bertemu langsung pasti makin seru. Saya mempresentasikan wisata seperti Menara Kudus hingga Museum Kretek. Jadi mereka penasaran dan ingin ke Kudus melihat langsung apa yang saya ceritakan,” jelasnya kemarin (19/2).

Guru pengampu mata pelajaran (mapel) bahasa Inggris Ami Susiana Wahyuningsih menambahkan, adanya interaksi dengan siswa luar negeri bermanfaat untuk siswa belajar pengucapan bahasa Inggris.

”Adanya kegiatan ini siswa kembali semangat untuk tetap aktif belajar. Dan materi disiapkan dari siswa sendiri,” terangnya.

Pendamping School Project SMP 1 Kudus Sugiarto mengatakan, setelah program itu selesai akan dibuat dalam satu rangkuman atau culture inbox. Kemudian rangkuman dari siswa SMPN 1 Kudus ditukar dengan Wattanothaipayap School Thailand. ”Jadi nanti juga bisa jadi bahan belajar untuk seluruh siswa,” tandasnya.

(ks/san/lid/top/JPR)

 TOP