alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Ini Kiat-Kiat Isolasi Mandiri ala RSBBH

17 Februari 2021, 09: 13: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

dr. Athoni Johan

dr. Athoni Johan (HUMAS RSBBH FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Dokter Umum Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada (RSBBH), Rembang, dr Anthoni Johan membagikan sembilan tips menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun, bagi yang memiliki keluhan organ dalam, RS tipe C bintang lima tersebut menyediakan pelayanan khusus.

dr Anthoni menyampaikan Isolasi mandiri merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah, supaya fasilitas medis yang tersedia dapat fokus merawat pasien yang memang membutuhkan pertolongan dan pemantauan. “Ini Karena fasilitas yang ada sekarang memang belum dapat menampung semua pasien jika harus di isolasi di Rumah Sakit,” terangnya.

Berikut ini langkah-langkah isolasi mandiri sesuai dengan protokol dari Kementerian Kesehatan RI, Pertama selalu memakai masker dan membuang masker bekas pakai di tempat yang ditentukan.

“Kedua ketika sakit (ada gejala demam, flu, dan batuk), tetap di rumah. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan masyarakat. Ketiga manfaatkan fasilitas sosial media kesehatan di Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada,” ungkapnya.

Menurutnya, seperti layanan Bhina Farma Siaga yang memberikan kemudahan dari penggunaan obat resep dari dokter di nomor 082322393331 dan hindari transportasi publik. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien Covid-19.

“Ke empat selama di rumah, bisa bekerja di rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak satu meter dari anggota keluarga. Kelima tentukan pengecekan suhu harian, amati batuk, dan sesak napas,” ujarnya.

Ke enam terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan lakukan etika batuk dan bersin. Ketujuh jaga kebersihan rumah dengan cairan disinfektan.

Ke delapan usahakan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (kurang lebih 15-30 menit). Terakhir atau kesembilan hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan, jika sakit berlanjut seperti sesak napas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Untuk saat ini isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari. Sejak terkonfirmasi dengan pemeriksaan Swab PCR. Atau bagi kasus suspect yang masih menunggu hasil dari Swab PCR, maka dilakukan sampai hasil Swab keluar.

“Jika negatif maka isolasi mandiri dapat diakhiri, namun harus terus mematuhi p r o t o k o l kesehatan. Na m u n jika positif maka i s o l a s i dilanjutkan sampai 14 hari dari waktu hasil Swab,” terangnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP