alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Dokumen DED Final, Kota Pustaka Lasem Digarap Multi Years

17 Februari 2021, 09: 05: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

OPTIMISTIS: Bupati Rembang Abdul Hafidz berfoto bersama jajarannya usai menerima dokumen kawasan pusaka Lasem.

OPTIMISTIS: Bupati Rembang Abdul Hafidz berfoto bersama jajarannya usai menerima dokumen kawasan pusaka Lasem. (DWI WAHYUNI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Dokumen Detail Engineering Design (DED) kawasan Pusaka Lasem sudah final. Total anggaran yang bakal dikucurkan untuk proyek ini, sebesar Rp 114 miliar dengan pelaksanaan secara multi years.

Senin (15/2) kemarin proses penyerahan dokumen diterima langsung Bupati Rembang Abdul Hafidz, didampingi Kepala Bappeda Rembang Dwi Wahyuni, Kepala DinperindagkopUKM Rembang Akhsanudin, dan sejumlah tokoh di Lasem.

Penyerahannya dari kepala Balai Prasarana Perkumin Wilayah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah diwakili Satker pelaksana prasarana pemukiman wilayah Dwiatma Singgih dan Tim tersebut datang bersama konsultan. ”Dokumen sudah clear. Nantinya pelaksaanya multiyears. Dimulai di tahun 2021. Jumlah anggaran mencapai Rp 114 miliar,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rembang Dwi Wahyuni kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Setelah DED kawasan pusaka Lasem final, tahapan terdekat lelang. Rencananya akan berjalan di bulan ini. Sementara untuk pembangunan rencana dilakukan bulai Mei. “Nantinya pembangunan dilakukan bertahap,” ujarnya.

Dwi menyebutkan tahapan tahun ini Rp 48 miliar. Tugas daerah dalam waktu dekat akan menyiapkan relokasi pedagang. Lokasinya di Karangturi, Lasem. “Ini ranah dari Dinindagkop dan UKM,” ujarnya.

Sebelumnya juga telah mengemuka rencana penataan pasar kreatif Lasem. Dibangun tiga lantai. Pertama lantai basement. “Lalu lantai 1 (pasar kreatif ) dibangun kios. Sama dengan lantai 2. Bedanya daya tampungnya lebih banyak,” terangnya.

Sedangkan lantai 3 dibuat semacam galeri ”City Of Tolerance” plus fungsi room. Hal tersebut masuk dalam rencana penataan kawasan alun-alun, “Masjid Jami dan Pasar Lasem. Pembangunannya include kawasan pusaka Lasem,” jelasnya.

Sebagaimana gambaran ke depan. Saat penataan Kota Pusaka Lasem dimulai, pedagang di alun-alun Lasem akan direlokasi ke Karangturi. Penataan dimulai tahun ini. Hal itu sebelunya dikemukakan Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab telah menyediakan anggaran Rp 200 juta. Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk pembuatan lapak sederhana. Kalau masih kurang nanti pedagang yang menyempurnakan. 

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP