alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Produk Kerajinan Bambu Dipilih karena Unik, Murah dan Ramah Lingkungan

17 Februari 2021, 08: 40: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

UNIK: Produk kerajinan bambu yang dipasarkan di Plaza Pragolo.

UNIK: Produk kerajinan bambu yang dipasarkan di Plaza Pragolo. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Beragam produk kerajinan bambu dihasilkan para pengrajin di Kabupaten Pati. Hasil kerajinan mereka dikenal rapi dan awet. Tidak heran, barang-barang itu menjadi buruan pembeli.

Ragam kerajinan dari bambu yang dihasilkan para pengrajin ini antara lain, mulai dari kipas sate, kukusan, ceting nasi, dunak, piring oval, hingga pincukan. Nanik Novianti SPG kerajinan di Plaza Pragolo mengungkapkan, beberapa jenis barang kerajinan bambu sangat diminati pembeli.

“Yang paling laris biasanya adalah pincukan untuk makan. Sebulan biasanya di Plaza Pragolo terjual puluhan barang,” terang Nanik kepada Jawa Pos Radar Kudus.

TEMPAT MAKAN: Kukusan menjadi salah satu produk kerajinan bambu yang diminati pembeli.

TEMPAT MAKAN: Kukusan menjadi salah satu produk kerajinan bambu yang diminati pembeli. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Pincukan yang dimaksud adalah alas untuk makan. Biasanya dipakai di restoran atau rumah makan yang mengusung konsep tradisional dan go green. Barangnya berupa anyaman bambu yang dibuat berongga seperti keranjang namun berbentuk kerucut.

Pengrajin barang bambu sendiri banyak tersebar di Desa Pulorejo, Kecamatan Winong. Pengrajin ini skala rumahan. Satu rumah biasanya membuat satu jenis barang kerajinan. Misalnya membuat kukusan saja, atau membuat pincukan saja. Selain dipasarkan di Plaza Pragolo, penjualan barang kerajinan bambu ini juga menyasar pasar-pasar tradisional.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Prindustrian Kabupaten Pati, Riyoso mengungkapkan industri kecil menengah di Kabupaten Pati memilik potensi yang besar. Barang yang dihasilkan juga bagus-bagus.

“Penduduk Kabupaten Pati cukup besar. Ini menjadi pangsa pasar tersendiri bagi kerajinan-kerajinan yang dihasilkan. Dengan kesadaran cinta produk lokal ini akan membantu kelangsungan produksi IKM yang ada, agar lebih maju,” paparnya. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP