alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Ringkus 3 Pelaku Pembalakan Liar dan Penganiayaan Mantri Hutan

16 Februari 2021, 13: 10: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

BAWA SAJAM: Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama bersama jajarannya menunjukkan barang bukti aksi kejahatan pembalakan liar kemarin.

BAWA SAJAM: Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama bersama jajarannya menunjukkan barang bukti aksi kejahatan pembalakan liar kemarin. (POLRES BLORA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Tiga pelaku pembalakan liar dan penganiayaan mantri hutan berhasil diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Mereka dicokok petugas saat berada di wilayah Kecamatan Bangilan dan Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, baru-baru ini.

Ketiga tersangka tersebut, di antaranya M alias Bulus dan MFR alias Farid, warga Kecamatan Bancar, Tuban. Satu lagi, SP, warga Kecamatan Bangilan, Tuban.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama mengungkapkan, kejadian ini berawal pada Selasa (15/12) pukul 23.45 lalu. Korban mantri hutan saat berjaga di pos petak 5088 A RPH Sumberejo didatangi para pelaku dengan mengendarai dua truk. Totalnya sekitar 25 orang.

Selanjutnya, langsung menyekap korban dan menodongkan senjata api di kepala dan perut korban. Tujuannya, agar korban tidak melawan. Setelah itu, korban diminta uang senilai Rp 1,9 juta dan hanphone oleh salah satu pelaku. Setelah itu, korban diikat tangan dan kakinya dengan tali rafia warna hijau. ”Saat korban disekap dan dijaga empat orang pelaku, pelaku lain melakukan penebangan pohon di petak 5105 A,” ucapnya.

Para pelaku berhasil menebang dua pohon jenis sonokeling ukuran keliling 270 cm dan 240 cm. Setelah itu, korban ditinggal pelaku dalam keadaan terikat. Dari kejadian tersebut, perhutani KPH Cepu mengalamai kerugian Rp 1.596.000 dan korban sendiri mengalami kerugian Rp 1.900.000. Selanjutnya, korban melaporkan kejadian ini ke Polres Blora.

Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya petugas kepolisian berhasil mengamankan tiga orang tersangka. ”Untuk pelaku lain masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan berupa tali rafia untuk mengikat korban, satu truk dengan nomor polisi (nopol) H 9613 AE warna kuning, satu bilah pedang panjang sekitar 70 cm, tiga unit handphone milik tersangka, sisa cabang dua batang kayu sonokeling yang ditebang, dua sepatu boots milik korban, satu tas hitam milik korban, satu botol air mineral berisi oli, dan dua botol air minum.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 12 Huruf b Jo Pasal 82 Ayat 1 Huruf b UU RI No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan atau Pencurian dengan Kekerasan Pasal 365 KUHP. Ancamannya maksimal 12 tahun penjara.

”Para pelaku ini terbilang nekat. Secara berkelompok sekitar 25 orang masuk ke hutan RPH Sumbrejo, BKPH Nglebur, KPH Cepu turut tanah Desa Bleboh, Jiken, Blora, dengan dua truk. Bahkan membawa peralatan berupa pedang, parang, dan senjata api jenis FN,” imbuhnya. 

(ks/lin/sub/top/JPR)

 TOP