alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terlilit Utang Jadi Motif Sumani Tega Membunuh Dalang Anom Subekti

Bupati Rembang Beri Support Keluarga Korban

16 Februari 2021, 12: 52: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

IKUT BERDUKA: Bupati Rembang Abdul Hafidz berbincang dengan keluarga alm Anom Subketi di rumahnya Desa Turusgede, Rembang, kemarin.

IKUT BERDUKA: Bupati Rembang Abdul Hafidz berbincang dengan keluarga alm Anom Subketi di rumahnya Desa Turusgede, Rembang, kemarin. (HUMAS PEMKAB REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Tersangka pembunuhan Anom Subekti sekeluarga, Sumani menggasak harta milik korban. Ia menggasak harta korban setelah membunuh satu keluarga itu.

Saat melakukan tindakan keji itu, ia terbebani utang. Selain itu, tersangka juga pemain judi online.

Hal ini disampaikan oleh Kuasa Hukum Tersangka Darmawan Budiharto. Darmawan menjelaskan, dari pengakuan, tersangka mendapatkan uang sekitar Rp 13 juta. ”Waktu melakukan tindak pidana itu, dia (tersangka, Red) juga terbebani utang. Utang yang banyak sekali. Selain itu juga dia pemain judi online,” katanya.

Kemarin pihaknya ikut mendampingi pemeriksaan sekitar pukul 11.00 – 15.00 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang. Sumani, si tersangka itu memang sempat di rawat di ICU setelah mencoba bunuh diri dengan menenggak pestisida.

Saat pemeriksaan kemarin, ia sudah tak berada di ICU. Darmawan menyampaikan agenda pemeriksaan tersangka itu berjalan lancar. Ia mendengar pengakuan dari Sumani, bahwa kliennya itu pelaku tunggal atas meninggalnya empat orang. Yakni Anom Subekti, Istrinya Tri Purwati, anak, dan cucunya.

Motifnya, lanjut Darmawan, tersangka membunuh korban terlebih dahulu, setelah itu mengambil harta benda. Sumani mengaku pada Jumat (5/2) salah satu keluarga korban menelfon dirinya. Dia diminta keluarga korban datang ke rumah. Karena ketakutan, Sumani pun berusaha bunuh diri dengan menenggak pestisida.

”Di tengah jalan di perkebunan tebu ia tergeletak lemas. Artinya efek dari pestisida tersebut,” katanya.

Sesuai dengan pengakuan, barang yang digunakan untuk membunuh adalah sebuah balok dengan berat sekitar tiga sampai lima kilogram. Barang bukti balok kayu tersebut, lanjut Darmawan, ditemukan di rumah Anom Subekti. Kemudian dibuang area Jembatan Desa Ngadem bersama dua handphone milik korban. 

”Untuk arit tersangka Sumani tidak mengakui. Karena dia tidak menggunakan alat tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, dalam gelar perkara di Mapolres Rembang beberapa waktu lalu, dijelaskan bahwa ditemukan sabit di rumah Sumani. Setelah diteliti, sabit tersebut memiliki bercak darah yang identik dengan darah korban Tri Purwati (istri Anom Subekti). Terkait dengan darah yang di sabit itu, dimungkinkan adalah darah ketika tersangka membersihkan sisa darah di rumahnya.

”Jadi dia tidak mengakui sabit itu digunakan untuk cara membunuh,” kata Darmawan.

Di sisi lain, Bupati Rembang Abdul Hafidz juga memantau perkembangan kasus ini. Kemarin secara langsung ia menyambangi kediaman keluarga korban dan memberikan dukungan moral. Abdul Hafidz ingin kesedihan keluarga yang ditinggalkan tidak berlarut- larut dan tegar. Selain itu keluarga diharapkan keluarga bisa menerima atas takdir yang diberikan Allah.

”InsyaAllah dengan penerimaan takdir, kita akan diganti yang lebih baik. Mudah-mudahan anak (putri dari anak kedua Anom Subketi, Danang, Red) ini menjadi celengan di surga besok, yang akan ketemu lagi,” katanya.

Orang nomor satu di Kota Garam ini mengakui selalu mengikuti perkembangan kasus ini. Sosok Anom Subekti bagi Hafidz merupakan seorang yang berperan besar dalam nguri- nguri kebudayaan di Rembang. 

Ika Mardianasari anak pertama alm Anom Subekti, mewakili keluarga korban menyampaikan terima kasih atas dukungan moril yang diberikan Pemkab Rembang. Ia berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan adil. ”Semoga untuk ujian ini bisa diselesaikan seadil- adilnya,” katanya.  

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP