alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Motif Pembunuhan Keji Dalang Anom Subekti Ingin Miliki Harta Korban

Tersangka Akui Membunuh Sendirian

15 Februari 2021, 13: 07: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

Sumani

Sumani (DOK PRIBADI)

Share this      

REMBANG – Sumani, tersangka pembunuhan dalang Anom Subekti sekeluarga sudah memberikan keterangan. Motif melakukan perbuatan keji itu, karena dia ingin memiliki harta korban. Kini, laki-laki 43 yang menjadi penabuh gamelan anak buah Anom itu, mengaku khilaf.

Hal ini disampaikan Darmawan Budiharto, kuasa Hukum Tersangka. Tersangka ingin mendapatkan harta korban. Selain itu, dia beraksi sendiria. Sebagaimana dengan pengakuan tersebut, Darmawan menjelaskan kronologi kejadian memilukan itu. Pada Rabu (3/2), tersangka datang ke rumah korban pada pukul 13.00. Kemudian, pukul 16.00 dia pulang.

Sekitar pukul 18.30 tersangka ditelepon Anom Subekti untuk datang ke rumahnya. Sekitar pukul 20.40 dia sampai di Sanggar Seni Ongko Joyo, kediaman korban. Kemudian sekitar pukul 23.00, Bekti pamit untuk tidur. Termasuk Bekti –sapaan akrab Anom Subekti- ikut istirahat.

Namun, tersangka tidak langsung pulang. Ia izin untuk beristirahat di rumah korban. Dia pun tertidur di joglo Sanggar Seni Ongko Joyo yang juga difungsikan sebagai ruang tamu dan ada tiga set gamelan. Tak berapa lama, dia terbangun. Di kepalanya, terlintas ingin memiliki harta benda korban. ”Niat itu muncul setelah terbangun dari tidurnya (tersangka, Red)," jelasnya.

Sumani pun menghabisi korban menggunakan balok kayu. Beratnya sekitar lima kilogram. Dengan membawa balok tersebut, tersangka masuk ke ruang tengah. Korban Bekti serta anak dan cucunya sedang tertidur di tempat tidur yang podisinya berhadapan dengan TV.

Ruang lokasi mereka tidur itu, berada di belakang joglo. Dihubungkan dengan pintu utama. Saat itu pintunya tidak dikunci.

Saat tersangka masuk ruang itu, anak Bekti terbangun dan melihat tersangka. Dia pun berteriak maling. ”Spontan tersangka menghabisi dulu korban Bekti. Baru setelah itu anak dan yang terakhir cucu dari Pak Anom," ujarnya.

Setelah ketiganya dipastikan meninggal, Tri Purwati, istri Bekti yang berada di kamar dekat ruang tengah tiba-tiba terbangun. Tersangka langsung memukulnya. ”Masing-masing korban tiga kali (mendapat pukulan)," katanya.

Terpisah, Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Sugito menjelaskan, saat olah tempat kejadian perkara (TKP) tak ditemukan adanya kerusakan pada pintu. Sedangkan pada korban terdapat luka di kepala. Yang diduga diakibatkan dari benda tumpul.

Jenazah Anom Subekti ditemukan satu ranjang dengan anak dan cucunya. Jenazah Bekti terdapat luka di kening. Anaknya juga memiliki satu luka di kening. Kemudian cucunya memiliki satu luka di kepala dan ditemukan bekas injakan di bahu.

”Ada kemungkinan sendal atau sepatu (bekas injakan di bahu cucu Bekti)," ujarnya. Untuk Tri Purwati, yang berada di kamar sebelah memiliki lebih dari satu luka. Di antaranya ditemukan pada pelipis dan matanya yang lebam.

”Temuan kami, kedua mata Ibu Purwati lebam. Bekas pukulan benda tumpul. Ada juga sobek bekas sabetan benda tajam berupa sabit di telinga kiri," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, saat konferensi pers Kamis (11/2) lalu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan, dari olah TKP ditemukan gelas kopi yang ada sidik jari. Oleh tim laboratorium forensik (labfor) dan indentifikasi, sidik jari itu dinyatakan mengarah kepada seorang tamu yang bernama Sumani.

Dari CCTV yang berada di sekitar TKP, pada pukul 20.40 tersangka terpantau melintas menuju rumah korban yang berada di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, itu. Sekitar pukul 00.03, tersangka terpantau meninggalkan TKP.

Selain dari CCTV, juga ada saksi yang melihat bahwa kendaraan motor bebek yang didominasi warna biru dan hitam itu, parkir di rumah korban.

Hasil forensik menunjukkan, korban meninggal diakibatkan benda tumpul dan senjata tajam. Setelah dikembangkan, dengan melakukan penggeledahan di rumah tersangka, ditemukan sabit. Sabit itu, terdapat darah yang identik dengan darah korban Tri Purwati.

Di rumah tersangka juga ditemukan perhiasan. Ada gelang, cincin, anting, dan jarum emas. Pada anting tersebut ditemukan darah yang identik dengan putri Anom Subekti. Sementara di cincin dan gelang ada darah identik dengan darah Tri Purwati. 

(ks/lin/vah/top/JPR)

 TOP