alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pemkab Kudus Kaji Pembelajaran Tatap Muka untuk Sekolah Susah Sinyal

15 Februari 2021, 12: 40: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

SIMULASI: Simulasi pembelajaran tatap muka SMKN 1 Kudus beberapa waktu lalu. Dalam simulasi ini, sekolah menerapkan protokol kesehatan ketat.

SIMULASI: Simulasi pembelajaran tatap muka SMKN 1 Kudus beberapa waktu lalu. Dalam simulasi ini, sekolah menerapkan protokol kesehatan ketat. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Mendikbud Nadiem Makarim membolehkan tatap muka bagi sekolah kesulitan jaringan internet. Dengan menerpkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Disdikpora pun mulai mengkaji kebijakan itu. Terapkan atau tidak.

”Ya, kami sudah mengetahui pernyataan dari Pak Nadiem. Tapi, kami tetap menunggu surat edaran resmi. Soalnya butuh kejelasan,” kata  Plt Bupati Kudus Hartopo.

Dia juga akan berkoordinasi dengan desa-desa yang jaringan sinyal. Menurutnya, harus ada pemetaan sekolah mana saja yang mengeluhkan selama daring ini terkendala sinyal.

Hartopo mengatakan, jika sudah ada SE dan tidak berdasarkan zonasi, Pemkab Kudus bisa menerapkan.

”Terpenting, penerapan prokes dan fasilitas seperti cuci tangan, jaga jarak hingga menyediakan hand sanitizer. Jadi, kami menunggu aturan yang pasti dan surat resmi dari Kemendikbud,” ujarnya.

Plt Kepala Disdikpora Harjuna Widodo mengatakan, akan membuat kajian lebih dulu dan nota dinas kepada Plt Bupati Kudus Hartopo.

”Kami juga konsultasi pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Sistemnya nanti seperti apa. Misalkan bisa dilaksanakan, kami membuat simulasi lebih dulu dan memprioritas sekolah yang benar-benar kesulitan jaringan internet,” tandasnya.

Kepala SMP Satu Atap (Satap) Wonosoco, Undaan Sarpani mengatakan, kalau Pemkab Kudus melalui sudah mengizinkan, maka siap tatap muka. ”Kami menunggu SE dari Pemkab Kudus maupun Disdikpora. Selama ini kami pembelajar daring. Tugas-tugas diberikan lewat WhatsApp grup. Kalau yang kesulitan jaringan bisa  ambil tugas ke sekolah,” terangnya.

Dia mengaku, di Wonosoco jaringan internet tidak stabil. Kadang lancar, kadang sulit. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP