alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Pembunuhan Dalang Anom Subekti

Diduga Korban Tetap Dianiaya meski Sudah Meninggal Dunia

14 Februari 2021, 12: 32: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI KETERANGAN: Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi bersama jajaran saat konferensi pers di Mapolres Rembang Kamis (11/2) lalu

BERI KETERANGAN: Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi bersama jajaran saat konferensi pers di Mapolres Rembang Kamis (11/2) lalu (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Ada dugaan tiga korban yaitu Anom Subekti, anak, dan ponakan dianiaya walaupun ketiganya sudah meninggal.

Hal ini terungkap saat Kombes Sumi Hastry Purwanti, kepala Instalasi Forensik RS. Said Sukanto, Jakarta, diwawancarai pesulap yang kini juga Youtuber, Denny Darko. Dia mengunggah video wawancaranya Jumat (12/2).

Sumi menjelaskan tiga korban lainnya dieksekusi tersangka dalam kondisi tidur. Hal itu berdasarkan luka yang berada di tubuh korban. Yakni karena tidak ada pendarahan di sekitar luka, tidak ada memar, atau perubahan warna yang menjadi gelap.

JADI BUKTI: Benda-benda di rumah korban dan pelaku yang dijadikan barang bukti ditampilkan dalam konpers di Mapolres Rembang. Dari seprei, perhiasan, hingga motor. 

JADI BUKTI: Benda-benda di rumah korban dan pelaku yang dijadikan barang bukti ditampilkan dalam konpers di Mapolres Rembang. Dari seprei, perhiasan, hingga motor.  (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

”Itu berarti luka didapat setelah dia meninggal. Ibaratnya metabolismenya sudah berhenti kan. Pelakunya ini sadis, ada rasa dendam atau benci luar biasa. Itu memberatkan nanti,” papar Sumi.

Dalam wawancara tersebut, Sumi mengaku datang langsung ke Rembang pada Kamis pagi setelah mendapat laporan kasus pembunuhan keji tersebut. Pihaknya turut dipanggil membantu penyelidikan bersama unsur Polda Jateng.

”Kami berburu waktu dengan waktu kematian. Ketika kami datang, langsung diotopsi. Karena semakin lama, tanda dari pelaku semakin hilang. Paling penting itu waktu kematian,” tegas dia.

Sumi menerangkan, pihaknya bersama tim, antara lain dokter umum yang sedang sekolah forensik, kemudian dokter forensik Undip (Universitas Diponegoro), lalu juga dokter forensik Unissula (Universitas Islam Sultan Agung). Menurut dia, tubuh jenazah bisa berbicara, sehingga harus secepatnya melakukan autopsi tubuh para korban.

”Minimal penyidik bisa mengerti wawasan, diduga pelakunya. Terpenting tentang alibi, atau waktu kejadian ada di mana,” kata dia.

Lebih lanjut, Sumi menyatakan, adanya bekas pukulan benda tumpul di tubuh si istri yang juga menjadi korban bisa mengarahkan bahwa pelaku dikenalinya. Kesimpulan sementara dari hasil autopsi ketika itu, si istri memang mengenali pelaku. Atau, si istri dalam kondisi tidak dalam kondisi tidur.

”Dilihat dari lukanya, kemudian ternyata meninggalnya di ruang yang berbeda, itu memang mengarahnya ke sana. Secara ilmiah dia (tersangka) tidak bisa mengelak,” terangnya.

Dirinya pun berpesan agar ketika masyarakat mendapati kasus apapun, tempat kejadian perkara (TKP) jangan sampai berubah dari posisi asli. Sebab, olah TKP yang baik, delapan puluh persen kasusnya selalu terungkap.

Sementara itu, akun Youtube milik Tim Resmob Jatanras Polda Jateng yang memang dilibatkan dalam penyelidikan kasus tersebut, membeberkan proses pencarian barang bukti hingga tersangka. Di video tersebut ditunjukkan banyak bercak darah di TKP. Baik di kasur hingga di dinding.

”Ini bercak darah sampai dua meter setengah (di dinding),” kata salah satu anggota tim tersebut.

Selain itu, dalam video itu juga ditunjukkan penemuan barang bukti berupa benda milik korban, yakni dompet yang berada di tengah jalan Desa Kedungrejo, Kecamatan Rembang. Diyakini, barang bukti tersebut menunjukkan ke arah rumah pelaku.

”Pada hari ini (Jumat, 12/2) ditemukan seorang yang tergeletak di salah satu kebun tebu dan jati. Kami melakukan pengecekan di TKP,” katanya lagi.

Diduga, di lokasi itulah, pelaku yang belakangan ditetapkan tersangka atas nama Sumani itu akan melakukan bunuh diri. Dalam video berdurasi 16 menit 44 detik itu juga ditunjukkan penggeledahan di rumah tersangka, di Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Rembang. Tampak beberapa benda milik korban seperti anting, cincin, serta gelang berada di bawah sudut kursi panjang. 

(ks/ful/zen/top/JPR)

 TOP