alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kondisi Tersangka Pembunuhan Dalang Anom Subekti Membaik

Polisi Segera Gali Keterangan

14 Februari 2021, 12: 06: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

TERUS MEMBAIK: Kondisi tersangka saat didampingi pengacaranya di ruang ICU RSUD dr. R. Soetrasno Rembang Jumat (12/2).

TERUS MEMBAIK: Kondisi tersangka saat didampingi pengacaranya di ruang ICU RSUD dr. R. Soetrasno Rembang Jumat (12/2). (DARMAWAN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Kondisi tersangka pembunuhan Anom Subekti dan keluarganya, Sumani hingga kemarin terus membaik. Setelah sekitar sepekan berada di ruang Intensive Care Unit (ICU), per Jumat (12/2) malam tersangka dipindahkan ke ruang High Nursing Dependency (HND) atau ruang perawatan tersendiri.

Bahkan, kemarin sore, tersangka berencana dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

Pengacara tersangka, Darmawan Budiharto mengatakan kondisi tersangka semakin hari semakin membaik.

”Kondisinya semakin hari semakin membaik. Tersangka dipindahkan semalam (Jumat, 12/2) dari ICU ke ruang HND. Sudah bisa ngomong, sudah bisa komunikasi sejak tanggal 10 (Februari). Tapi faktor kemanusiaan, belum diperiksa, khawatir drop,” kata dia kemarin.

Darmawan menerangkan, tersangka sudah bisa diajak bicara. Meski, karena masih dibantarkan pihak Polres Rembang dengan alasan kemanusiaan, hingga kemarin sore bapak satu anak itu belum bisa dimintai keterangan.

”Nanti ke psikiater dulu, baru lanjut ke BAP (berita acara pemeriksaan). Keyakinan saya seperti itu. Yang penting sehat dulu. Nanti ditahan, baru pemeriksaan psikiater. Alurnya begitu,” tambahnya.

Dia menjabarkan kronologis tersangka dibawa ke rumah sakit. Jumat (5/2) malam lalu, tersangka akan dijemput salah satu anak korban untuk dimintai keterangan polisi. Namun belum sempat dijemput, korban dikabarkan sakit setelah terjatuh. Setelah itu, pihak kepolisian menjemput tersangka ke kediamannya di Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Rembang.

”Ini saya luruskan. Kemarin saya tanya itu tidak minum pertisida. Sakitnya karena jatuh itu, kepleset. Terus diantarkan warga (Desa) Kaliombo itu ke rumah, kemudian dijemput polisi itu,” kata dia.

Saat dimintai keterangan, tersangka matanya berkunang-kunang kemudian dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD). Sehari berselang, tersangka kembali dibawa ke Polres Rembang untuk diinterogasi lagi. Saat itu, mulutnya keluar busa.

”Pada Minggu (7/2) dini hari, ada ambulans dari rumah sakit datang ke Polres, sampai hari ini (kemarin). Di rumah sakit berarti sudah dua kali,” kata dia.  

Terpisah, Kabid Pengembangan dan Informasi RSUD dr. R. Soetrasno Rembang Nurdin Fahrudin mengungkapkan tersangka akan segera dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Hal itu merupakan permintaan dari kepolisian.

”Dari HND akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Sedang kami carikan kamar. Rencana kami di ruang ortopedi, meskipun tersangka tidak punya riwayat,” tuturnya kemarin sore.

Nurdin menerangkan, penjagaan ketat dilakukan pihak kepolisian. Selain media, dirinya pun tidak diberi izin pihak kepolisian untuk menjenguk tersangka dari dekat. Meski, sebenarnya dari aturan rumah sakit sudah diperbolehkan jika hanya sekadar mengambil gambar beberapa saat.

”Ini di rumah sendiri (RS) saja saya tidak dibolehkan polisi. Padahal tuan rumah,” kata dia.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito belum bersedia menjelaskan kapan tersangka akan dimintai keterangan. Pihaknya akan mempertimbangkan apakah ketika dimintai keterangan didampingi psikiater atau sebelumnya telah didampingi psikiater.

”Sabar. Nanti dipilih yang enak aja (apakah ke psikiater dulu, atau didampingi psikiater),” tuturnya singkat. 

(ks/zen/ful/top/JPR)

 TOP